Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Plafon Ambrol, Siswa SDN 1 Kebonsawahan Pati Terpaksa Belajar di Luar Kelas

Plafon Ambrol Siswa SDN 1 Kebonsawahan Pati Terpaksa Belajar di Luar Kelas

Kayu bambu menyangga plafon SDN Kebonsawahan 01 yang rusak. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Pati – Puluhan Siswa SDN 1 Kebonsawah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati terpaksa belajar di luar kelas. Sebab, plafon ruang kelas mereka ambrol.

Ruang kelas yang rusak yakni, kelas III, kelas V, kelas VI A dan kelas VI B. Tak hanya itu, ruang yang digunakan sebagai kantor guru juga mengalami nasib yang sama.

Terlihat beberapa bambu dan kayu digunakan untuk menyangka kerangka plafon. Itu dilakukan agar kerusakan tak makin parah. Sebab, kerangka itu sudah dimakan rayap.

Selain plafon ambrol, beberapa ruangan itu juga mengalami kerusakan pada pondasi. Sejumlah ruang itu pun terpaksa dikosongkan.

Baca: Pencuri Motor di Sumur Pati Ditangkap

Agar proses pembelajaran tetap berjalan, para siswa terpaksa belajari di beberapa titik di area sekolah.

Kepala SDN 1 Kebonsawahan, Jani Sumito mengatakan, kerusakan tersebut sebenarnya telah terjadi sejak setahun lalu. Namun, kondisi semakin parah ketika intensitas hujan semakin tinggi sejak akhir Desember 2022 sampai sekarang.

Pihaknya sendiri sudah melaporkan kondisi itu melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Berdasarkan data yang dilaporkan, 46 persen ruangan SDN 1 Kebonsawahan mengalami kerusakan.

’’Jadi secara Dapodik, itu kami penuhi data yang ada. Kami edit dan revisi, muncul kerusakan 46 persen karena di sekolah ada bangunan baru juga sehingga data kerusakan tidak sampai 50%. Kemudian saya unggah data yang sudah saya revisi, dan ketika kami cek pada 2023 ini, kok belum ada tanggapan,’’ ujar dia.

Kerusakan ini pun mendapatkan perhatian, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro. Bersama dinas terkait, ia meninjau langsung sekolahan tersebut. Ia mengatakan bakal ruangan ini bakal diperbaiki sesegera mungkin sehingga para siswa dapat belajar dengan nyaman.

’’Yang paling utama bagaimana anak-anak bisa belajar dengan aman. Hanya tinggal atasnya saja yang perlu diperbaiki karena pada bocor, beberapa kayu kusen-kusen yang jelek bisa diganti dan langsung dicarikan orang yang bisa memperbaiki saja agar bisa segera diatasi,’’ pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.