Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Disentil Jokowi, Pengusaha Mebel Jepara Beri Respon Begini

Disentil Jokowi Pengusaha Mebel Jepara Beri Respon Begini

Para penyandang dissabilitas di Jepara sedang mengukir kayu. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

Murianews, Jepara – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil mebel Jepara dalam pidato pembukaan Rakornas Kepala Daerah dan Forkompinda 2023. Sentilan itu kemudian direspon para pengusaha mebel Jepara.

Ketua DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara, Antonius Suhandoyo menyatakan, para pengusaha mebel di Jepara sebenarnya sangat mampu menggelar pameran kelas dunia di Jepara.

’’Kalau kita mengadakan pameran sendiri seperti Hight Point (North Carolina, Amerika, red) sangat siap,’’ tegas Handoyo kepada Murianews, Rabu (18/1/2023).

Baca: Jokowi Sentil Eksistensi Mebel Jepara

Sebenarnya, lanjut Handoyo, HIMKI sudah pernah mengagas pameran mebel internasional di Jepara pada 2015 silam. Konsepnya pun persis dengan yang disampaikan Jokowi tentang Hight Point.

Namun, saat itu masih berupa gagasan sampai hari ini. Handoyo sendiri menyebut gagasan itu bukanlah gagasan kosong.

Sebab, lanjutnya, gagasan itu sudah beberapa kali dibicarakan secara resmi dengan Pemkab Jepara. Sayangnya respon pemerintah daerah sangat lamban.

Kemudian pada Agustus 2022 lalu, HIMKI berencana menarik event Indonesia International Furniture Expo (IFEX) ke Jepara. Karena persiapan yang terlalu mepet, pameran furniture terbesar yang rutin diselenggarakan setiap tahun itu gagal ditarik ke Jepara.

’’Karena waktu itu terlalu mepet, akhirnya kami set-up ulang ke rencana pameran di bulan Maret mendatang,’’ jelas Handoyo.

Terlepas dari itu, Handoyo menyampaikan anggaran promosi yang disediakan pemerintah daerah terbilang kecil. Dua tahun ini, anggaran promosi itu hanya sekitar Rp 80 juta per tahun.

Menurut Handoyo, anggaran yang kecil itu berimbas pada kualitas wajah tenda pameran milik Jepara.

Menurut Handoyo, besar kecilnya anggaran promosi berdampak signifikan pada pameran dan daya tarik pembeli. Dengan diadakannya pameran besar, bukan tidak mungkin para pembeli berbondong-bondong belanja mebel ke Jepara.

Handoyo menegaskan, infrastruktur dan iklim usaha mebel di Jepara sudah sangat siap untuk menggelar pameran skala internasional.

Seperti diketahui, di wilayah Kota Jepara saja banyak galeri atau show room mebel yang sangat representatif untuk menggelar pameran. Jikapun harus pada satu titik, Handoyo mengatakan Jepara sudah memiliki gedung khusus furniture dan mebel.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.