Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Santri di Grobogan yang Bikin Temannya Meninggal Tidak Ditahan

Santri di Grobogan yang Bikin Temannya Meninggal Tidak Ditahan

Gedung Satreskrim Polres Grobogan. (Murianews/Saiful Anwar)

Murianews, Grobogan – Santri Ponpes di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, MQH (13) tak ditahan. Tidak ditahannya pelaku lantaran, masih berusia 13 tahun.

Diketahui, MQH berkelahi dengan sesama santri, TNU (14). Akibat perkelahian itu, TNU (14) meninggal dunia meski sempat mendapatkan pertolongan.

Kanit PPA Satreskrim Polres Grobogan, Ipda M Yusuf Al Hakim mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, yang bersangkutan tidak bisa ditahan di balai permasyarakatan (bapas).

Baca: Kasus Santri Meninggal usai Berkelahi di Grobogan Ditangani Secara Khusus

’’Mengacu pada aturan undang-undang, pelaku tidak bisa ditahan karena usianya baru 13 tahun lebih satu bulan. Minimal bisa ditahan usia 14 tahun,’’ kata dia, Rabu (18/1/2023).

Ipda Yusuf menambahkan, yang bersangkutan mendapat penjaminan oleh orang tuanya dan pemerintah desa. Meski begitu, lanjut Ipda Yusuf, proses hukum masih terus berjalan.

’’Kasusnya sudah naik ke penyidikan,’’ lanjutnya.

Sebagaimana diberitakan, santri ponpes di Kecamatan Kradenan, TNU meninggal setelah berkelahi dengan sesama santri, MQH pada Minggu (15/1/2023). Perkelahian dilakukan di lantai dua ponpes usai mengaji.

Perkelahian dipicu candaan bau-bauan ketiak. Perkelahian sebenarnya sempat dilerai pengurus pondok, namun berlanjut saat menuju kamar.

Dalam kontak fisik kedua itulah, korban yang merupakan warga Desa Pelem, Kecamatan Gabus itu terkapar hingga tak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kradenan 1, namun nyawanya tak tertolong.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.