Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Puluhan Kios di Terminal Bakalan Krapyak Kudus Kosong Ditinggal Pedagang

Kios PKL pindahan dari Taman Menara ke Terminal Wisata Bakalan Krapyak tidak lagi digunakan untuk berjualan. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Puluhan kios pedagang di Terminal Bakalan Krapyak, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tutup. Sejumlah kios bahkan sudah kosong melompong ditinggal pedagangnya.

Kios-kios yang kosong tersebut merupakan hak eks pedagang Taman Menara yang direlokasi ke Terminal Wisata Bakalan Krapyak. Dari 29 kios yang disediakan hanya satu kios yang kini masih buka.

Puluhan kios lainnya kosong, bahkan ada yang digunakan untuk parkir sepeda motor.

Para pedagang ogah berjualan karena sepinya pembeli dan kios yang dianggap tidak layak. Pantauan Murianews ukuran kios itu sekitar 2×1 meter.

Nurul, pedagang yang masih buka membenarkan kios di sekitarnya memang tidak berjualan sejak beberapa hari ini. Sepengetahuannya karena sepinya pembeli di kawasan Terminal Wisata Bakalan Krapyak.

”Saya memilih tetap berjualan 24 jam supaya mendapatkan uang. Karena kalau tidak berjualan tidak ada pemasukan,” katanya, Rabu (18/1/2023).

Baca: Bupati Kudus Beri Peringatan Keras Bagi yang Coba Kuasai Taman Menara

Meski memilih tetap berjualan, menurutnya kondisi di Terminal Wisata Bakalan Krapyak sepi. Dia membandingkan kondisi saat ini dengan kondisi ketika dia masih berjualan di kawasan Taman Menara.

”Kalau di sini hanya mengandalkan pembelian dari tukang ojek. Kalau tidak ada rombongan seperti ini ya sepi,” imbuhnya.

Murianews juga menghubungi salah seorang pedagang yang hari ini tidak berjualan. Dia bernama Zaidun.

Dia menjelaskan sudah tidak berjualan sejak Selasa (17/1/2023) kemarin. Alasannya karena kios tempatnya berjualan yang berukuran 2 meter x 1 meter dinilai tidak layak.

”Pertama karena kiosnya berukuran kecil dan tidak layak. Kedua karena pembelinya tidak ada. Peziarah juga tidak ada,” katanya.

Baca: Direlokasi, PKL Taman Menara Kudus Mengeluh Sepi dan Listrik Byar Pet

Menurut Zaidun beberapa pedagang ada juga yang sudah boyong dan membawa seluruh dagangan. Bahkan menurutnya ada yang kembali ke area Taman Menara untuk berjualan di emperan.

”Ada yang bela-belain jualan di emperan di Taman Menara Kudus. Kalau saya inginnya mendapatkan tempat yang layak dan ramai pembeli,” imbuhnya.

Koordinator Taman Menara Kudus, Budiyono membenarkan sejumlah pedagang memang sudah tidak berjualan sejak sebulan yang lalu.

Dia menjelaskan, sepi atau ramai sebuah tempat religi memang hal yang lumrah. Bahkan hal ini menurutnya juga terjadi di tempat wisata religi di Colo.

”Bulan ini mungkin sepi. Tetapi nanti saat bulan Rajab dan bulan Ruwah biasanya ramai lagi,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.