Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jokowi Sentil Eksistensi Mebel Jepara

Jokowi Sentil Eksistensi Mebel Jepara

Presiden Joko Widodo. (Youtube/Sekretariat Presiden)

Murianews, Jepara – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil eksistensi mebel Jepara, Jawa Tengah. Sentilan itu dilontarkan dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkompinda 2023 di Sentul International Convention Centre, Jakarta.

Dalam pidato yang disiarkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (17/1/2023), Jokowi menegaskan pentingnya branding sebuah daerah. Branding harus didasarkan pada potensi daerah yang ada.

’’Seluruh kabupaten dan kota itu harus mulai mendesain kotanya dengan baik sehingga setiap kota dan kabupaten itu memiliki diferensiasi. Maksimalkan potensi daerah yang ada, buat masterplan-nya yang betul-betul memiliki visi ke depan,’’ kata Jokowi.

Baca: Gelombang PHK Intai Industri Mebel Jepara

Jokowi pun mewanti-wanti agar brand setiap kota atau kabupaten hampir mirip. Presiden pun meminta setiap daerah membuat branding sesuai dengan potensi dan keunggulannya masing-masing.

Dalam pidato itu juga, Jokowi menyinggung secara khusus branding yang bisa dipakai Kabupaten Jepara. Ia pun menyebut, Jepara bisa menjadi pembeda dengan daerah lain.

Jokowi pun menyontohkan, High Point di North Carolina, Amerika. Dia mengatakan ada pameran mebel yang rutin digelar setiap tahunnya di sana.

’’Di Hight Point, di Nort Carolina, di Amerika, ada namanya hight point. Itu setiap tahun mengadakan pameran mebel terbesar di dunia. Semua orang mebel tahu kapan kita harus pergi ke hight point. Di semua sudut kota isinya hanya mebel,’’ ujarnya.

Mestinya, lanjut Jokowi, Jepara bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan di Nort Carolina.

’’Kenapa Jepara tidak melakukan hal yang sama? Membranding kotanya tetapi konsisten membangun semua potensi yang dimiliki kota itu,’’ tegas Jokowi dengan raut wajah serius.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.