Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Analisis BMKG Soal Gempa 6,3 di Bone Bolango, Gorontalo

Analisis BMKG Soal Gempa 63 di Bone Bolango Gorontalo

Foto: Ilustrasi gempa (Paula dari Pixabay)

Murianews, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan analisis terkait gempa dengan Magnitudo 6,3 yang mengguncang wilayah Bone Bolango, Gorontalo, Rabu (18/1/2023).

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, hasil permodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,01° LU ; 123,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 28 kilometer arah Selatan Bulawa, Bone Bolango, Gorontalo pada kedalaman 148 kilometer.

”Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 6,1,” katanya.

BacaBonebolango, Gorontalo Diguncang Gempa Magnitudo 6,3

Daryono mengatakan berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi intraslab dengan kedalaman menengah akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Sangihe di bawah Teluk Tomini.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault).

Sementara itu gempa M 6,3 ini terasa di daerah Luwuk dan Ampana dengan skala intensitas III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Kotamobagu, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Pohuwato, Bolaang Mongondow Timur.

Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow, Kota Gorontalo, Taliabu, Minahasa Tenggara, Boalemo, Minahasa Selatan, Toli-Toli, Poso, dan Kab. Bone Bolango dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

BacaGempa Terus Meningkat, 2 Kawah Gunung Api Dieng Dilarang untuk Dikunjungi

Gempa tersebut juga terasa di daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Sanana, dan Palu dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), daerah Ternate, Morowali, Manado, Halmahera Selatan dan Labuha dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hasil pantauan BMKG hingga pukul 08.00 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: BMKG

Ruangan komen telah ditutup.