Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jelang Pemilu, Dewan Pers Terbitkan Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman

Jelang Pemilu Dewan Pers Terbitkan Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman

Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu (Tangkapan Layar)

Murianews, Jakarta – Menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024, Dewan Pers menerbitkan pedoman pemberitaan isu keberagaman. Pedoman itu untuk mencegah terjadinya politik identitas di media massa pada saat atau pasca pemilu.

Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengayakan, pedoman pemberitaan isu keberagaman ini penting bagi para jurnalis agar tidak sembarangan ketika menuliskan isu SARA, agama untuk kepentingan politik tertentu. Hal ini agar nantinya tidak terjadi polarisasi dalam masyarakat akibat pemberitaan yang ada.

”Jadi, kita tahu bahwa salah satu tantangan dalam pemberitaan itu yang memiliki potensi isu SARA, atas nama agama, atas nama kepentingan politik tertentu, lalu melakukan berbagai bentuk diskriminasi,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal youtube Dewan Pers, Selasa (17/1/2023).

BacaDewan Pers Ajak Semua Elemen Jaga Kemerdekaan Jurnalistik Jelang Pemilu 2024

Pedoman pemberitaan itu keberagaman itu juga bisa menjadi pegangan bagi aparat penegak hukum, dalam melakukan pemeriksaan terhadap kasus pemberitaan terkait karya jurnalistik yang melakukan pelanggaran kode etik keberagaman.

Ninik menyebut tugas selanjutnya ialah menyosialisasikan Peraturan Dewan Pers tentang Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman tersebut kepada insan pers.

”Tahun 2023 ini saya akan meminta kepada perusahaan-perusahaan pers untuk melakukan internalisasi di perusahaan pers masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, pedoman pemberitaan isu keberagaman tersebut juga akan menjadi bagian dari materi uji kompetensi wartawan yang dilakukan Dewan Pers.

BacaKetua Dewan Pers: Perlindungan dan Kesejahteraan Wartawan Perlu Ditingkatkan

”Jadi, dari (tingkat) muda ke madya, dari madya ke utama, salah satu materi yang diuji adalah perspektif gender, perspektif kesetaraan dan keadilan, perspektif keberagaman, perspektif pada kode etik jurnalistik, termasuk perspektif terhadap anak dan disabilitas,” jelasnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Dewan Pers

Ruangan komen telah ditutup.