Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Sepuluh Adab Berdoa dalam Islam yang Penting Dimengerti

Ini Sepuluh Adab Berdoa dalam Islam yang Penting Dimengerti

Foto: Ilustrasi berdoa (murianews)

Murianews, Kudus – Dalam ajaran Islam kita dianjurkan untuk banyak-banyak berdoa kepada Allah SWT. Dengan berdoa, kita akan merasa diri dekat dan tunduk kepada-Nya.

Selain berusaha atau ikhtiar, doa juga menjadi jalan untuk mendapatkan keinginan yang kita harapkan. Meski demikian, ada kalanya, doa yang kita panjatkan ini belum kunjung terkabul.

Mengapa doa kita tak kunjung dikabulkan oleh Allah SWT? Lalu Bagaimana cara kita bersikap saat mengalami kondisi ini?

Baca juga: Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Bacalah Doa dari Rasulullah Ini

Melansir dari NU Online, Selasa (17/1/2023), doa merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan agama. Sebagaimana ibadah lain, Islam juga mengatur adab yang meliputi tatacara dan etika doa. Salah satunya adalah keterjagaan hati.

Doa merupakan komunikasi langsung hamba dan Sang Pencipta. Tidak heran kalau sebagian ulama memaknai doa sebagai bentuk eskpresi kefaqiran atau kebutuhan hamba-Nya kepada Allah SWT.

Mengutip Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali, Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkarul Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar menyebutkan 10 adab berdoa. Hal ini menunjukkan betapa sakralitas ibadah doa.

1. Menantikan waktu-waktu mulia seperti hari Arafah, bulan Ramadan, hari Jumat, sepertiga terakhir dalam setiap malam, dan waktu sahur.

2. Memanfaatkan kondisi-kondisi istimewa untuk berdoa seperti saat sujud, saat dua pasukan berhadap-hadapan siap tempur, ketika turun hujan, dan ketika iqamah salat dan sesudahnya.

3. Menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dan mengusap wajah sesudah berdoa.

4. Mengatur volume suara agar tidak terlalu keras tetapi juga tidak terlalu rendah. 5.Menghindari kalimat bersajak dalam doa karena dikhawatirkan justru melewati batas dalam berdoa. Prinsipnya tidak berlebihan dalam penggunaan kata-kata saat berdoa.

6. Berdoa dengan penuh ketundukkan, kekhusyukan, dan ketakutan kepada Allah SWT.

7. Mantap hati dalam berdoa, meyakini pengabulan doa, dan menaruh harapan besar dalam berdoa. Sufyan bin Uyaynah mengatakan, sadar akan kondisi dirimu jangan sampai menghalangimu untuk berdoa kepada-Nya. Allah, kata Sufyan, tetap menerima permohonan Iblis yang tidak lain adalah makhluk-Nya yang paling buruk. 8.Meminta terus menerus dalam berdoa.

9. Membuka doa dengan lafal zikir. Kita dianjurkan untuk membuka doa dengan pujian dan shalawat. Demikian pula ketika mengakhiri doa.

10. Tobat, mengembalikan benda-benda kepada mereka yang teraniaya, dan ”menghadap” Allah SWT dengan cara mematuhi segala aturan agama.

Pasal sepuluh ini yang sangat penting.

العاشر : وهو أهمها والأصل في الإجابة ، وهو التوبة ، ورد المظالم ، والإقبال على الله تعالى

Artinya: ”Pasal kesepuluh, ini pasal terpenting dan cukup mendasar dalam pengabulan doa, yaitu tobat, mengembalikan benda-benda kepada mereka yang teraniaya, dan “menghadap” Allah SWT,” (Lihat An-Nawawi, Al-Adzkar Al-Adzkarul Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar, Kairo, Darul Hadits, 2003 M/1424 H, halaman 372). Wallahu a‘lam.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: nu.or.id

Ruangan komen telah ditutup.