Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

BI Akan Latih Warga Payaman Kudus Bikin Kerajinan Enceng Gondok

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra (tengah). (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

Murianews, Kudus – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tenga akan memfasilitasi warga Desa Payaman, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dengan pelatihan pembuatan kerajinan. Kerajinan yang akan dibuat nanti berbahan dasar tanaman enceng gondok.

Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, tanaman enceng gondok banyak ditemui di saluran air yang ada di wilayah Desa Payaman. Hal itu diketahuinya saat berkunjung ke desa setempat untuk memberikan bantuan sembako, Selasa (17/1/2023).

Ia menilai, dimungkinkan keberadaan enceng gondok menjadi salah satu penyebab tidak lancarnya saluran air, dan menjadikan kawasan desa tersebut banjir.

”Mungkin enceng gondok yang banyak di saluran air di sini (Payaman) itu menjadi salah satu penyebab penghambatan mengalirnya air. Nah kami akan beri pelatihan bagi warga untuk mengolah enceng gondok menjadi kerajinan (bernilai jual),” katanya, Selasa (17/1/2023).

Baca: BI Beri Bantuan Sembako Warga Terdampak Banjir Kudus

Saat ini pihaknya telah memiliki binaan UMKM di Ambarawa, Kabupaten Semarang yang mengelola enceng gondok menjadi berbagai kerajinan. Dari enceng gondok tersebut bisa dijadikan kerajinan seperti tikar, tas, hingga sandal.

”Namanya itu Bengok Craf yang punya berbagai macam kerajinan dari enceng gondok,” ungkapnya.

Oleh karenanya, terbesit dibenaknya untuk membuat pelatihan bagi warga Desa Payaman untuk membuat kerajinan enceng gondok. Pelatihan tersebut nantinya akan menyasar kepada kelompok ibu-ibu rumah tangga.

”Kalau kelompoknya sudah siap, kami nanti coba hubungkan dengan yang Ambarawa untuk dilatih kerajinan enceng gondok. Yang nantinya juga bisa difasilitasi dihubungkan dengan pasar yang ada ataupun pameran, hingga modal pembiayaan,” jelasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.