Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Filosofi Kue Keranjang Sajian Khas Imlek

Kue keranjang sajian khas Imlek. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Kue keranjang menjadi sajian yang selalu dinantikan saat momen Tahun Baru Imlek. Kue legit ini ternyata mengandung filosofi atau makna yang dalam.

Kuo Tjun, Ketua Pembina Kelenteng Hok Hien Bio Kudus, Jawa Tengah mengatakan, perayaan Imlek identik dengan makanan manis. Sehingga makanan manisan dan kue keranjang selalu disajikan.

”Kue keranjang itu rasanya manis. Pengharapannya supaya Imlek di tahun ini dipenuhi hal-hal yang manis,” katanya, Selasa (17/1/2023).

Tak hanya rasa manis yang memiliki makna yang terkandung pada kue keranjang. Lengketnya kue keranjang juga memiliki makna.

”Kue keranjang yang lengket itu memiliki makna erat atau solid. Sehingga solidaritas dapat terjaga dengan baik,” sambungnya.

Baca: Camilan dari Kue Keranjang Ini Cocok Dicoba Saat Imlek, Begini Cara Buatnya

Lengket atau erat ini juga memiliki makna mempererat tali persaudaraan. Sehingga sesama umat Tionghoa dapat saling bersilaturahmi saat Imlek.

”Bagi umat yang baru berumah tangga, manis itu juga simbol romantis, dapat hidup rukun dan bahagia,” terangnya.

Dia berharap di perayaan Imlek dengan shio kelinci air tahun ini dapat memberikan banyak kebaikan. Selain itu juga membawa kesejahteraan bagi semua umat.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.