Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Video Terduga Pelaku Pembunuhan Perempuan di Hotel Blora Beredar

Video Terduga Pelaku Pembunuhan Perempuan di Hotel Blora Beredar

Tangkapan layar kamera CCTV yang menangkap terduga pembunuh perempuan yang mayatnya ditemukan penuh luka di sebuah hotel di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (17/1/2023). (Instagram)

Murianews, Blora – Tak lama setelah adanya penemuan mayat perempuan di sebuah hotel di Kabupaten Blora, Jawa Tengah menggegerkan warga, muncul video yang diduga pelaku pembunuhan.

Dalam video yang beredar, menggambarkan seorang laki-laki berlari-lari di sekitar hotel. Di video berdurasi 30 detik itu, lelaki tersebut berlari tanpa mengenakan busana.

Tampak jelas ciri-ciri pria yang diduga pelaku pembunuhan perempuan tersebut. Yakni, berambut gondrong dan memiliki sejumlah tato di beberapa bagian tubuhnya.

Baca: Ini Identitas Mayat Perempuan yang Ditemukan di Hotel Blora

Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Supriyono mengatakan telah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku pembunuhan tersebut. Ia menyebut, pelaku diduga warga Maguwan, Kecamatan Tunjungan.

’’Masih Kami kejar,’’ ucap Supriyono dikutip dari Kompas.com, Selasa (17/1/2023).

Diberitakan sebelumnya, penemuan mayat perempuan berlumuran darah dengan luka di leher menggegerkan warga Blora, Jawa Tengah.

Mayat tersebut ditemukan di sebuah kamar hotel di Kecamatan Tunjunga, Kabupaten Blora. Peristiwa itu dilaporkan kepolisi sekitar pukul 03.30 WIB.

Diketahui, korban bernama Miranda, warga Keluragan Kunden, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. Perempuan tersebut diduga korban pembunuhan.

’’Untuk sementara diduga korban pembunuhan. Luka yang kelihatan menonjol tadi di leher, luka benda tajam. Korban dibawa ke rumah sakit,’’ terang Kapolsek Tunjungan, AKP Nur Dwi Edi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab peristiwa tersebut.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Kompas.com

Ruangan komen telah ditutup.