Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kasus PMK di Jepara Kembali Ngegas

Kasus PMK di Jepara Kembali Ngegas

Penyuntikan vaksin PMK pada ternak di Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

Murianews, Jepara – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Jepara kembali menunjukan grafik meningkat. Peningkatan itu terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jepara, lewat Kabid Peternakan dan Keswan Mudhofir menyebut, kondisi PMK di Jepara sepertinya memasuki gelombang kedua.

’’Sekitar tiga pekan terakhir ada kenaikan terus,’’ kata Mudhofir, Selasa (17/1/2023).

Mudhofir mengatakan, saat ini tercatat ada 70 ekor sapi yang terjangkit PMK. Persebarannya di Kecamatan Donorojo, Keling, Kembang, Bangsri, Batealit, dan Pakisaji.

Padahal, kasus PMK di Jepara sempat menyentuh angka terendah pada November 2022, yakni sebanyak 27 ekor. Kemudian diikuti lambannya pergerakan grafik.

Baca: Kasus PMK Turun, Pasar Hewan di Jepara Belum Resmi Dibuka

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan PMK di Jepara kembali naik. Pertama, tidak terkontrolnya distribusi ternak dari luar kota yang sebenarnya membawa virus PMK.

’’Ternak dari kota-kota itu dijual murah. Terus lari ke sini (Jepara, red) sebagian,’’ ungkap Mudhofir.

Selain itu, Mudhofir juga menilai bebasnya pembukaan pasar hewan di Jepara menjadi salah satu pemicu persebaran PMK. Pasar-pasar hewan kemudian menjadi tempat sebaran virus PMK paling cepat.

Sejauh ini, lanjut Mudhofir, pihaknya terus melakukan pemantauan pada ternak milik warga. Selain itu, vaksinasi pada ternak juga terus dijalankan. Sampai saat ini, sebanyak 33.930 ternak sudah divaksin PMK.

’’Kasus-kasus baru itu (ternak, red) belum divaksin,’’ jelas dia.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Penyuntikan vaksin PMK pada ternak di Kabupaten Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

Ruangan komen telah ditutup.