Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

1 TKW Asal Boja Kendal Meninggal di Malaysia

ILUSTRASI

Murianews, Kendal — Seorang buruh migran perempuan atau TKW bernama Fitri Yunani, meninggal dunia di Selangor, Malaysia. TKW asal Desa Medono, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal tersebut dikabarkan meninggal Rabu (4/1/2023) lalu.

Koordinator Jaringan Buruh Migran Jawa Tengah Maizidah Salas mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, korban meninggal dunia karena terjatuh dari lantai delapan apartemen tempatnya bekerja karena mengalami depresi akibat tak tahan menerima kekerasan yang dialami selama bekerja di Malaysia.

”Tapi itu (depresi) masih dugaan. Kami masih menunggu rilis resmi dari Malaysia, Kementerian Tenaga Kerja dan KBRI [Kedutaan Besar Repbulik Indonesia]. Saat ini, kami masih terus berkomunikasi,” kata Salas seperti dikutip Solopos.com.

Baca: TKI Asal Grobogan Meninggal di Korea, Jenazah Tiba di Kampung Halaman

Salas menjelaskan, korban diduga mengalami tindak kekerasan dan eksploitasi oleh agen penyalurnya. Korban juga dikabarkan sempat berusaha melarikan diri, tapi tak bisa hingga terjun dari apartemen lantai delapan.

”Dia (korban) beberapa kali dipindah majikan oleh agensinya. Dijualbelikan, dieksploitasi, akhirnya tak tahan dan depresi. Kabarnya waktu itu ingin lari, tapi enggak bisa, akhirnya jatuh dari lantai delapan dan mayatnya tersangkut di lantai keempat. Tapi, itu masih dugaan. Belum ada rilis resmi,” tegasnya.

Salas menambahkan saat ini pihak keluarga TKW asal Boja itu masih menunggu kedatangan jenazah korban dari Malaysia untuk segera dikebumikan.

Namun, hingga kini Jaringan Buruh Migran Jateng belum mendapat informasi kapan jenazah TKW asal Boja Kendal itu tiba di Indonesia.

”Komunikasi sejauh ini, belum ada informasi pemulangan jenazah. Tapi, semoga bisa segera tiba di Indonesia. Karena itu (pemulangan dan kebumikan di desanya) merupakan haknya. Apalagi, Fitri ini meninggal karena korban kekerasan, ingin melindungi diri namun berakhir kehilangan nyawa. Pemerintah harus turut berperan di sini,” sambungnya.

Terkait komunikasi dengan pihak keluarga, Salas mengaku belum melakukan hal tersebut. Namun, ia sudah bersurat kepada keluarga korban mengenai peristiwa itu.

Baca: TKI Asal Taruman Grobogan Meninggal di Malaysia

”Tapi kami sudah berpesan kepada keluarga korban. Semoga diberi kekuatan dan ketabahan, kami juga turut berduka cita. Serta meminta keluarga agar terus berkomunikasi dengan pihak terkait juga, agar bisa segera dipulangkan dan menerima hak-haknya,” tuturnya.

Salas juga berharap pemerintah setempat baik desa, kabupaten dan provinsi bisa mengawal kasus kematian TKW asal Boja Kendal di Malaysia itu hingga tuntas. Ia berharap tindakan preventif bisa lebih digencarkan agar kejadian serupa tak terulang.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.