Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kepergok Curi Motor, Suami Istri di Karanganyar Nyaris Diamuk Warga

Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito menunjukkan barang bukti sepeda motor saat gelar perkara pencurian motor di Mapolres Karanganyar, Selasa (17/1/2023). (Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani)

Murianews, Karanganyar – Pasangan suami istri di Karanganyar berinsial IW (41) dan IK (34) kepergok saat mencuri motor di area Terminal Karangpandan, Selasa (10/1/2023) lalu. Keduanya bahkan nyaris diamuk warga. Beruntung massa berhasil diredam hingga petugas datang.

Video pasutri saat diinterogasi warga itu bahkan sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, sejumlah warga nyaris menghujamkan sejumlah pukulan ke pelaku. Namun aksi ini berhasil diredam warga lain.

Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito mengungkapkan modus pelaku melancarkan aksinya dengan berpura-pura berbelanja di salah satu toko.

Saat itulah pelaku mengincar sepeda motor Yamaha Mio merah milik Pengki (41) warga Karangpandan yang diparkir tepat di dekat motor pasutri pelaku.

”Untuk perannya si suami IW membeli bumbu dapur ke pasar. Istrinya pura-pura menunggu di luar. Istrinya IK ini menunggu sambil naik di atas motor yang menjadi target,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Selasa (17/1/2023).

Melihat situasi aman, IK langsung melancarkan aksinya dengan mencuri sepeda motor Mio Merah tersebut. Pelaku menggunakan kunci motor palsu untuk membawa lari sepeda motor tersebut.

Aksinya sempat diketahui oleh warga sekitar. Hingga dilakukan pengejaran terhadap IK. Aksi kejar-kejaran ini terhenti di kawasan Tohkuning, Karangpandan. Di situlah perempuan itu nyaris babak belur dihajar massa.

”Polisi yang tiba di lokasi pun langsung mengamankan pelaku. Kemudian polisi menangkap suaminya yang juga di sekitar lokasi tersebut,” ungkapnya.

Kepada petugas IW mengaku aksi pencuriam sepeda motor ini bukan yang pertama ia lakukan. Dia beberapa kali telah melakukan aksi pencurian serupa di lokasi lain.

”Sudah lima kali mencuri motor. Motor hasil curian saya jual Rp 1 jutaan,” terangnya.

Dia mengaku mencuri sepeda motor tersebut karena iseng. Uang hasil curian ia digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Akibat ulahnya itu, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Saat ini polisi masih mengembangkan kasus pencurian sepeda motor tersebut. Termasuk dugaan komplotan pelaku lain serta penadah barang curian tersebut.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.