Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ponpes Lokasi Santri Meninggal Ternyata Diusulkan jadi Pesantren Ramah Anak Grobogan

Ponpes Lokasi Santri Meninggal Ternyata Diusulkan jadi Pesantren Ramah Anak Grobogan

Kantor Kemenag Kabupaten Grobogan. (Murianews/Saiful Anwar)

Murianews, Grobogan – Ponpes tempat santri yang meninggal karena berkelahi dengan sesama santri ternyata diusulkan jadi Pesantren Ramah Anak.

Itu diungkapkan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan, Purwadi, Selasa (17/1/2023).

’’Kami sudah membuat prototype, lima pesantren menjadi percontohan pesantren ramah anak, di wlayah barat Grobogan, tengah, dan timur. Kebetulan ada kasus ini, pesantren tersebut termasuk di dalamnya,’’ kata dia.

Sebenarnya, pihaknya sudah sejak beberapa waktu lalu memperingatkan pembinaan di lingkungan pesantren. Pihaknya juga sudah menegaskan pembinaan tersebut setiap kali digelar rakor.

’’Berkali-kali saat rakor juga sudah selalu diingatkan. Sebenarnya dari awal, kami sudah berupaya agar bagaimana lembaga-lembaga tidak terlibat dalam pelanggaran ramah anak,’’ lanjutnya.

Baca: Kasus Santri Meninggal usai Berkelahi di Grobogan Ditangani Secara Khusus

Terkait sanksi atau tindakan lain kepada ponpes yang bersangkutan, Purwadi menyatakan menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Apabila nantinya terdapat pelanggaran hukum, pihaknya tentu segera mengambil sikap.

’’Kami tunggu proses hukumnya. Apakah ada kesalahan dari lembaga atau tidak. Tapi menurut saya, namanya anak guyon, bagaimana sih cara mengendalikannya,’’ terangnya.

Meski begitu, menurutnya, pengawasan anak di lembaga-lembaga seperti pesantren memang perlu diperketat. Selain itu, anak juga perlu diberi pemahaman agar tidak berlebihan menyikapi candaan.

’’Pengawasannya saya pikir memang perlu diketati dan bagaimana memberi pemahaman kepada anak. Jangan sampai guyon mengakibatkan hal yang fatal,’’ ujar Purwadi.

Sebelumnya diberitakan, seorang santri asal Kecamatan Gabus meninggal setelah berkelahi dengan temannya sesama santri di sebuah Ponpes di Kecamatan Kradenan. Korban, TNU (14) sempat dilarikan ke Puskesmas Kradenan 1, namun nyawanya tak tertolong.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.