Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Info Sulteng

Ternyata Ini Awal Mula Bentrokan Maut TKA-TKI di PT GNI Hingga Tewaskan 2 Orang

PT Gunbuster Nickel Industri. (PT GNI)

Morowali Utara – PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng) akhirnya buka suara terkait bentrokan maut di PT GNI. Di luar dugaan bentrok antara WNA dan WNI itu ternyata diawali aksi demo terkait beberapa tuntutan ke perusahaan.

HRD Assisten Manager PT GNI Yanita Rajagukguk mengatakan, awalnya sejumlah karyawan melakukan aksi demontrasi ke perusahaan. Hanya saja, aksi demo tersebut memancing karyawan lain hingga akhirnya terjadi kejadian anarkhis.

”Jadi diawali demonstrasi sebenarnya oleh beberapa oknum yang akhirnya berdampak pada kejadian anarkis hari Sabtu, dari pagi hingga pada malam harinya,” kata Yanita seperti dikutip Detik.com, Senin (16/1/2023).

Yanita mengungkapkan, demonstrasi itu memicu para pekerja lain terprovokasi. Akibatnya terjadi penganiayaan yang memicu amarah antara para pekerja.

Baca: 2 Orang Tewas dalam Bentrokan TKA-TKI PT GNI Sulteng, 17 Jadi Tersangka

”Dan tidak hanya itu, aksi tersebut juga meliputi penganiayaan, penjarahan. Jadi kalau dibilang ini mogok kerja, bukan. Jadi arahnya sudah berbeda,” ungkapnya.

Dia kemudian menyebut demonstrasi yang dilakukan itu terkait sejumlah tuntutan. Diketahui, para pekerja menuntut pihak perusahaan terkait ketenagakerjaan, mulai dari keselamatan kerja hingga kesejahteraan karyawan imbas tragedi kebakaran maut yang menewaskan 2 pekerja pada Desember 2022 lalu.

”Terkait beberapa tuntutan. Di instansi pemerintah kami sudah sampaikan, kami terbukalah untuk itu,” sebutnya.

Terkait peristiwa bentrokan yang menyebabkan 2 orang tewas dan 9 lainnya luka-luka, Yanita menyampaikan pihak perusahaan turut berduka cita. Apalagi peristiwa itu tidak hanya berdampak pada perusahaan tetapi juga masyarakat sekitar.

”Intinya kami atas nama PT GNI juga ikut prihatin terkait demonstrasi ini karena tidak hanya berdampak untuk perusahaan tetapi juga masyarakat sekitar,” ucapnya.

Lebih lanjut Yanita mengatakan pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan investigasi. Pihak perusahaan juga telah meminta aparat untuk melakukan pengamanan di lokasi.

”Kemudian perusahaan juga saat ini posisinya sedang berkoordinasi dengan aparat penegak hukum secara langsung untuk melakukan investigasi untuk mengupas tuntas kejadian ini. Saat ini statusnya juga perusahaan berkoordinasi dengan aparat hukum untuk mengamankan lokasi di kawasan industri PT GNI,” terangnya.

Saat ini, ia mengakui tengah fokus untuk pengoprasian kembali PT GNI. Dengan begitu, karyawan secepat mungkin bisa bekerja kembali.

”Hari ini (16/1/2023) ada (aktivitas) tapi belum maksimal,” imbuhnya.

Untuk diketahui, bentrokan antara karyawan WNA dan WNI di PT GNI pecah pada Sabtu malam (14/1/2023). Akibatnya 2 orang pekerja yang masing-masing 1 WNA dan WNI tewas, serta 9 orang lainnya luka-luka.

Polisi berhasil mengamankan 71 orang dan menetapkan 17 orang sebagai tersangka terkait peristiwa tersebut. Sementara itu sisanya diwajibkan lapor ke Polres setempat.

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Ruangan komen telah ditutup.