Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jokowi Minta APBN 2023 Difokuskan untuk Ciptakan Lapangan Kerja

Jokowi Minta APBN 2023 Difokuskan untuk Ciptakan Lapangan Kerja

Jokowi membuka sidang kabinet Indonesia Maju (Tangkapan Layar)

Murianews, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kabinetnya agar memfokuskan APBN 2023 untuk kebutuhan produktif seperti menciptakan lapangan pekerjaan. Kemudian yang tidak kalah penting, pihaknya juga meminta agar pengentasan kemiskinan juga diperhatikan.

Jokowi menjelaskan, APBN 2023 juga difokuskan untuk menyelesaikan program prioritas nasional, seperti penurunan angka stunting, penurunan kemiskinan ekstrem serta agenda menjelang Pemilu 2024.

Atas arahan tersebut, Presiden meminta agar kementerian terkait dapat mendorong pemerintah daerah dalam pemanfaatan dana desa guna memacu ekonomi daerah.

Baca: 70 Negara Terancam Alami Resesi, Jokowi: Indonesia Harus Hati-Hati

”Jangan sampai dana yang ditransfer tidak memberikan efek memacu ekonomi di daerah,” kata Presiden.

Kemudian, Jokowi juga mengingatkan agar penggunaan APBD juga harus disinkronkan dengan APBN yang fokus pada program-program prioritas nasional, seperti ekonomi kerakyatan, ekspor dan investasi.

Jokowi mengatakan, sejauh ini ada banyak pencapaian positif terjadi di tengah tekanan eksternal di tahun turbulensi 2022. Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan berkisar 5,2 sampai 5,3 persen, hingga inflasi yang masih bisa dikendalikan di level 5,5 persen.

Baca: Jokowi Minta Menterinya Cepat Tanggap Perubahan Dunia Saat Ini

Presiden menilai tahun 2023 juga bukan tahun yang mudah karena sejumlah negara besar mengalami pelemahan ekonomi seperti Uni Eropa, China dan Amerika Serikat, akibat tekanan geopolitik yang semakin tinggi.

”Saya kira diperkirakan akan melemah semua padahal ekspor kita ke negara-negara itu sangat besar, sehingga kita harus hati-hati,” kata Presiden Jokowi.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Youtube Sekretariat Presiden

Ruangan komen telah ditutup.