Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

RUU Kesehatan Omnibus Law, IDI: Organisasi Profesi Bisa Terbelah

RUU Kesehatan Omnibus Law IDI Organisasi Profesi Bisa Terbelah

Wakil PD IDI Slamet Budiarto (Kompas.com)

Murianews, Jakarta – Rancancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan Omnibus Law hingga saat ini masih menuai polemik. Bahkan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebut, apabila RUU tersebut disahkan, justru organisasi profesi kesehatan akan terbelah.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua PB IDI Slamet Budiarto. Dia menilai, kebijakan yang dianggap membawa perpecahan adalah munculnya kata ”jenis” dan ”kelompok” terkait pengaturan organisasi profesi kesehatan.

”Ada indikasi dipecah belahnya kami organisasi profesi, bahwa kami di kedokteran hanya satu, IDI. PPNI hanya satu, IAI juga sama, IPI juga sama, ada klausul yang dimungkinkan memecah belah kami,” tutur Slamet.

Baca: 5 Organisasi Profesi Kesehatan di Jateng Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law

Hal itu dianggap bertentangan dengan putusan MK No.82/PUU-XII/2015 yang telah menetapkan satu organisasi untuk masing-masing profesi kesehatan.

”Hal ini menyebabkan disintegrasi organisasi yang telah eksis, dan berperan dalam pembangunan kesehatan,” terangnya, mengutip Kompas.com, Selasa (17/1/2023).

Karena itu, pihaknya pun mendesak agar RUU Kesehatan dikeluarkan dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2023. Sebab, masih banyak aturan dalam RUU tersebut yang merugikan organisasi profesi kesehatan.

”Karena Omnibus Law ini kan mencabut beberapa undang-undang, sangat berbahaya dan yang terkena dampaknya adalah masyarakat,” imbuhnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Ruangan komen telah ditutup.