Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kasus Santri Meninggal usai Berkelahi di Grobogan Ditangani Secara Khusus

Kasus Santri Meninggal usai Berkelahi di Grobogan Ditangani Secara Khusus

Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Kaisar Ariadi Pradisa. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Grobogan – Kasus meninggalnya santri di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah akibat berkelahi dengan temannya sesama santri ditangani secara khusus oleh Polres Grobogan.

Pasalnya, pelaku masih berusia di bawah umur. Polres Grobogan sendiri sudah mengamankan pelaku berinisial MQH (13) untuk penyelidikan lebih lanjut.

’’Mengingat pelaku di bawah umur, identitas masih dirahasiakan. Penanganannya berbeda dari orang dewasa,’’ ujar Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Kaisar Ariadi Pradisa pada awak media, Senin (16/1/2023).

AKP Kaisar menambahkan, pihaknya telah melakukan autopsi pada jasad korban, Minggu (15/1/2023) malam. Hasil autopsi, kata dia, akan segera keluar dalam pekan ini.

Baca: Santri di Grobogan Meninggal Usai Berkelahi, Begini Mulanya

’’Kemarin sudah dilakukan autopsi, dari forensik. Hasilnya dalam minggu-minggu ini,’’ lanjutnya.

Adapun terkait tindaklanjut kasus tersebut, pihaknya segera memanggil sejumlah pihak. Pihaknya juga akan mendalami lagi hasil rekonstruksi yang telah dilakukan.

’’Rencana tindaklanjut, akan kami lakukan pemanggilan saksi-saksi. Kami dalami, lihat kondisi pelakunya, cek rekonstruksi di tempat kejadian perkara, begitu,’’ katanya.

Kasatreskrim menyatakan belum bisa menentukan pasal yang akan digunakan menjerat pelaku. Pihaknya mengaku masih akan mengecek materi perkara.

Sebagaimana diberitakan, santri yang juga pelajar MTs di Kabupaten Grobogan meninggal setelah berkelahi dengan temannya sesama santri. Korban dipukul beberapa kali sebelum akhirnya jatuh.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kradenan 1, namun nyawanya tak tertolong.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.