Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jaksa Agung Tegas Berikan Sanksi Kepada Bawahannya yang Main Perkara

Jaksa Agung Tegas Berikan Sanksi Kepada Bawahannya yang Main Perkara

Jaksa Agung saat berpidato (Kompas.com)

Murianews, Jakarta – Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dengan tegas mengatakan, jika ada bawahannya yang bermain perkara, pihaknya tidak segan menjatuhkan sanksi. Bahkan pihaknya tidak akan menoleransi terhadap pelanggaran disiplin dan tindakan tercela.

”Saya tidak segan menindak dengan mencopot, medemosi sampai mempidanakan saudara-saudara jika ada yang berani bermain-main dengan perkara,” kata Burhanuddin, mengutip Kompas.com, Senin (16/1/2023).

Selain itu, Burhanuddin juga menekankan akan memberikan apresasi kepada jajarannya yang berprestasi dan berkinerja baik. Menurutnya, pemberian sanksi dan apresiasi adalah hal penting dalam rangka kompetensi yang sehat untuk membangun kepercayaan di internal dan eksternal di Kejaksaan.

BacaTak Ada Kompromi, Jaksa Agung Lakukan Operasi Intelejen untuk Sikat Mafia Pupuk Bersubsidi

”Begitu juga sebaliknya, jika saudara-saudara berkinerja dengan baik dan berprestasi dalam penanganan perkara, silahkan menghadap kepada saya bahwa memang saudara layak untuk mendapatkan reward atau promosi,” ujarnya.

Menurut Jaksa Agung, dua hal itu adalah kunci untuk meraih kepercayaan masyarakat. Karena itu, seluruh jaksa harus dibekali dengan berbagai peningkatan kapasitas.

Ia mengatakan, para jaksa harus secara terus-menerus diberikan pelatihan dan pendidikan yang memadai dan update dengan kebutuhan hukum masyarakat.

”Jaksa Agung Muda Pembinaan serta Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan harus paham tentang itu dan para Jaksa Agung Muda teknis menyiapkan materi pendidikan-pendidikan yang dibutuhkan, termasuk setiap undang-undang baru,” ujar Burhanuddin.

Baca:Datang ke Jateng, Jaksa Agung Minta Dua Proyek Ini Dikawal Kejati

Dia juga mengatakan, jaksa harus paham dan secara terus-menerus dilakukan proses internalisasi. Sehingga antara pekerjaan dan peningkatan kapasitas SDM bisa berjalan simultan.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Ruangan komen telah ditutup.