Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Polisi Uji Coba E-TLE Drone di Kudus

Uji coba E-TLE drone di Perempatan Jalan Dr Loekmono Hadi – Dr Ramelan Kudus. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

Murianews, Kudus – Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) mobile via drone atau pesawat tanpa awak, mulai diujicoba di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Uji coba E-TLE drone ini dilakukan di Perempatan Jalan Dr Loekmono Hadi – Dr Ramelan, Kecamatan Kota, Kudus, Senin (16/1/2023) siang.

Dari pantauan Murianews, ada dua unit E-TLE drone yang diujicobakan secara bergantian di ruas jalan Kudus ini. E-TLE drone ini terbang dengan ketinggian 15 sampai 20 meter.

Pesawat tanpa awak itu memantau arus lalu lintas, dan meng-capture gambar para perlanggar lalu lintas yang melintas.

Kanit VI Subditgakkum Ditlantas Polda Jateng, AKP Tri Afandi mengatakan, uji coba E-TLE menggunakan drone sudah mulai dilakukan secara bertahap di polres jajaran di Jawa Tengah.

”Di Kudus ini tempat ketiga kami lakukan uji coba. Setelah sebelumnya di Salatiga, dan sebelumnya tadi  kami uji cobakan di Demak,” katanya, Senin (16/1/2023).

Baca: Polda Uji Coba ETLE Via Drone di Exit Tol Tingkir Salatiga

Kehadiran E-TLE drone ini, sambung dia, akan meng-cover kamera E-TLE statis atau mobile yang sudah terpasang. ETLE drone juga akan berlaku di 35 polres yang ada di wilayah Polda Jawa Tengah dengan uji coba dan pelatihan sertifikasi yang bekerja sama dengan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI).

Baca: Tak Hanya Tilang, E-TLE di Kudus Juga Bisa Bantu Ungkap Kasus Kriminal

Lebih lanjut, mekanisme E-TLE drone juga sama dengan E-TLE statis dan mobile yang saat ini masih berjalan. Yakni memantau lalu lintas, dan jika ada pelanggar lalu lintas akan ter-capture oleh kamera E-TLE drone yang tengah beroperasi.

”Hasil tangkapan gambar para pelanggar nanti akan disimpan di database Gakkum, dan kami kirimkan surat konfimasi, seperti E-TLE yang sudah berlaku sebelumnya,” ungkapnya.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.