Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

1 Pemuda Tewas saat Tawuran Antargeng Motor di Batang, 14 Orang Ditangkap

ILUSTRASI

Murianews, Batang – Seorang pemuda bernama Arya Hardi Putra (21) asal Kelurahan Karangasem Selatan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah meninggal dunia setelah menjadi korban tawuran antargeng motor. Ia meninggal setelah terkena sabatan senjata tajam.

Kasatreskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo mengatakan, tawuran tersebut terjadi di perbatasan Kabupaten Batang-Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (13/1/2023) pukul 03.00 WIB.

”Korban terkena sayatan senjata tajam di beberapa bagian tubuh. Di antaranya di leher bagian belakang, kepala belakang, punggung kanan, pinggang kanan dan pantat kanan,” kata AKP Yorisa Prabowo seperti dikutip Solopos.com, Senin (16/1/2023).

Baca: Woro-Woro Hendak Tawuran Lewat Medsos, Delapan ABG di Semarang Diciduk Polisi

Orang tua korban yang tak terima langsung melapor ke Polres Batang. Pihaknya langsung bergerak mencari dan menangkap 14 belas terduga pelaku.

”Saat ini petugas sudah menangkap 14 tersangka. Belasan tersangka tersebut diduga sebagai pelaku penganiayaan hingga membuat korban meninggal,” terangnya.

Yosira menyebutkan, 14 tersangka diamabkan Sabtu (14/1/2023). Beberapa barang bukti termasuk termasuk tiga pucuk samurai, beberapa unit HP, dan motor turut diamankan dalam penangkapan tersebut.

”Semua tersangka ini warga Kota Pekalongan. Usianya mayoritas masih belasan tahun,” ungkapnya.

Baca: Diduga Hendak Tawuran, 75 Pelajar di Batang Diamankan Polisi

Berdasarkan data Polres Batang, 14 tersangka tersebut yakni  AGE (18) warga Panjang Baru,  MNDJ (18) warga Bojong, ZM (17) warga Bandengan, MNS (15) warga Kergon, dan FAN (15) warga Boyongsari, Kota Pekalongan.

Selain itu ada MAK (18) warga Bendan, MAK (16) warga Bendan Kergon, APP (18) warga Boyongsari, MI (21), warga Sapuro Kebulen, FIS (21) warga Bendan-Kergon,  TA (19) warga Karangmalang FNW (21) warga Kandang Panjang, AN (20) warga Sapuro, dan IR (19) warga Kebulen Sapuro, Kota Pekalongan.

”Para pelaku sudah duamankan. Mereka dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) Ke 3-e KUHP tentang Pengeroyokan,” tambahnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.