Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Seluruh Pengungsi Banjir Kudus Sudah Kembali ke Rumah

Pemulangan pengungsi banjir Kudus. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Kudus – Seluruh pengungsi banjir Kudus di sejumlah titik pengungsian di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akhirnya pulang ke rumahnya masing-masing. Ini dikarenakan banjir yang merendam rumah mereka sudah surut setelah dua pekan menggenangi.

Gelombang pemulangan pengungsi banjir Kudus sudah terjadi sejak Jumat (13/1/2023). Sementara puncaknya terjadi pada Minggu (15/1/2023) petang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Mundir mengungkapkan, semua lokasi pengungsian kini telah kosong. Warga pun mulai kembali ke aktivitasnya masing-masing.

”Sudah sejak hari Minggu, hari ini sudah tidak ada yang mengungsi,” katanya, Senin (16/1/2023)

BPBD membekali para pengungsi tersebut dengan sejumlah logistik pascabencana. Sehingga diharapkan mereka sedikit bisa terbantu untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

”Kami harapkan cuacanya sudah aman terkendali sehingga sudah tidak ada pengungsi kembali,” pungkasnya.

Baca: Dikepung Polisi dan Warga, Pelaku Curanmor yang Kabur di Kudus Dibekuk

Untuk menangani banjir tahun di Kudus, Pemerintah Kabupaten tetap meminta pembangunan dua embung untuk. Meskipun sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah menjanjikan upgrade pompa Tanggulangin dan normalisasi Sungai Wulan.

Bupati Kudus HM Hartopo mengungkapkan, pembangunan embung masih sangat diperlukan untuk meredam banjir di Kecamatan Kaliwungu dan Mejobo. Sementara pompa baru nanti, akan berfungsi sebagai penanggulangan banjir di wilayah Kecamatan Jati.

Baca: Sungai Wulan Kudus Akan Dinormalisasi, Menteri Basuki Siapkan Rp 1,4 Triliun

Dengan dilakukannya normalisasi Sungai Wulan dan upgrade pompa sedot banjir, bencana musiman di Kecamatan Jati itu bisa lebih cepat tertangani.

Namun akan lebih cepat pula tertanganinya bila ada sarana-sarana tadah air di wilayah kecamatan lain. Mengingat banjir di Kudus tidak terjadi di satu titik saja.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.