Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Fenomena ”Pengemis Onlie” Marak di Media Sosial TikTok

Fenomena Pengemis Onlie Marak di Media Sosial TikTok

Fenomena mengemis onlien dengan cara ekspliotasi diri di media sosial (Tangkapan Layar)

Murianews, Jakarta – Fenomena ”Pengemis online” di platform media sosial TikTok saat ini tengah marak. Bahkan fenomena tersebut banyak dilakukan oleh kreator konten dengan cara mengeksploitasi diri untuk mendapatkan hadiah.

Cara-cara yang dilakukan oleh para pengemis online ini pun beragam, mulai dari mandi dengan air dingin selama berjam-jam, mandi air comberan, hingga memenuhi tubuhnya dengan lumpur.

Aksi para pengemis ini di live di TikTok untuk mendapatkan perhatian bagi penonton. Tidak sedikit pula yang kemudian bersimpati dan memberikan hadiah kepada para pengemis onlien tersebut.

Baca: Awas! Beri Uang ke Pengamen atau Pengemis di Pemalang Bakal Kena Sanksi

Setiap penonton memberikan hadiah tidak begitu banyak, tetapi apabila terkumpul akan menjadi banyak. Sehingga, fenomena ini kemudian tidak hanya dilakukan sekali saja, tetapi berulang-ulang.

Terkait fenomena ”mengemis online” di TikTok, Sosiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Drajat Tri Kartono menyebut pemicunya bisa dua hal.

Salah satunya karena kesadaran pelaku yang mengetahui bahwa ada ruang baginya via TikTok untuk mendapatkan simpati, perhatian, dan uang.

Ramainya fenomena ini menurut Drajat karena pelaku mengetahui bahwa orang Indonesia memiliki kedermawanan sosial yang tinggi.

”Kedermawanan orang Indonesia nomor satu di dunia. Artinya orang Indonesia bisa dipengaruhi untuk berbelaskasihan, memberi ini-itu,” kata dia, mengutip Kompas.com, Senin (16/1/2023).

Baca: Semarang Mulai Terapkan Denda Rp 1 Juta untuk Pemberi Uang ke Pengemis

Selanjutnya, faktor yang memicu munculnya fenomena live TikTok dengan cara yang aneh untuk mendapat hadiah adalah karena seseorang tersebut memang membutuhkan.

Kedermawanan yang tinggi dan juga adanya kebutuhan seseorang inilah yang menurut Drajat menjadi peluang para ”pengemis online” tersebut muncul.

Namun hal itu juga bisa dipengaruhi karena adanya pola konsumsi seseorang.

”Pola konsumsi ingin ini-itu nggak punya uang, jadi dia memanfaatkan kesempatan itu,” kata dia.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Ruangan komen telah ditutup.