Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Keren! Warga Padurenan Kudus Produksi Rokok Herbal Berbahan Dasar Daun Talas

Ulwan Hakim saat menunjukkan daun talas bakal bahan baku rokok Gupolo (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memang terkenal dengan industri rokoknya. Baik skala rumahan hingga pabrik besar semua ada di Kabupaten yang menyandang gelar Kota Kretek ini.

Kreasi dan inovasi dari waktu ke waktu kemudian membuat puluhan hingga ratusan rokok-rokok baru dengan rasa dan merk berbeda bermunculan. Seiring berkembangnya era dan literasi, inovasi tak hanya di seputaran rasa dan bungkusnya saja. Melainkan lebih kepada isi dan bahan pembuatnya.

Di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah misalnya. Ada sebuah industri rokok rumahan yang membuat rokok herbal bernama Gupolo dengan bahan utama daun talas. Industri rokok yang diketahui milik Ulwan Hakim tersebut bahkan tidak menggunakan tembakau sama sekali.

Baca: Sepekan, Bea Cukai Kudus Gagalkan Tiga Kali Penyelundupan Rokok Ilegal

”Iya benar bahan utama rokoknya memang daun talas, tidak ada tembakaunya sama sekali,” kata dia saat dijumpai di kediamannya, Minggu (15/1/2023).

Pengolahannya pun bisa dibilang cukup ringkas. Daun talas, dicacah halus kemudian diayak untuk mendapatkan daun yang paling baik. Kemudian dipadukan dengan aneka daun alami lainnya untuk menciptakan rasa yang khas.

Ulwan menyampaikan, ada sekitar 17 komponen bahan yang ada dalam satu buah batang rokok. ”Dan semuanya adalah bahan bahan alami, tidak ada yang kimia, orang juga dari tumbuhan semua dan asli Indonesia,” sambungnya.

Untuk mempersingkat waktu produksi, Ulwan biasanya langsung mengambil daun talas cacah dari Jawa Barat atau daerah Jawa bagian selatan. Lalu pekerjalah yang menyortir dan meraciknya menjadi satu batang rokok kretek.

Baca: Catat! Harga Rokok Naik Per 1 Januari 2023, Ini Rinciannya

Saat ini, dia sudah mulai memproduksi sekitar 20 bal atau 200 pak rokok Gupolo. Dia juga mulai memasarkan di sekitaran Provinsi Jawa Tengah hingga Pulau Sumatera. Satu bungkus isi 12 rokok itu dia banderol dengan harga Rp 5 ribu saja.

Produk rokok ini pun dia nilai siap untuk masuk pasar nasional. Walau begitu, Ulwan mengaku masih menyesuaikan jumlah produksi dengan jumlah permintaan yang ada.

”Kalau Kudus sendiri kami sudah tersedia di seputaran Desa Padurenan, tanggapannya cukup baik karena bisa dibilang lumayan laris, nah untuk jumlah produksinya saat ini kami memang masih menyesuaikan permintaan pasar,” pungkasnya yang juga merupakan anggota DPRD Kudus itu.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.