Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Anggaran untuk Pembangunan Aparteman ASN di IKN Butuh 9,4 Triliun

Anggaran untuk Pembangunan Aparteman ASN di IKN butuh 94 Triliun

Desain Ibu Kota Negara Nusantara (tangkapan layar)

Murianews, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut jika anggaran pembanguanan aparteman untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara (ASN) butuh Rp 9,4 triliun.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, rencananya untuk tahap awal ada sebanyak 17.000 ASN yang akan pindah di IKN. Mereka akan dibuatkan apartemen.

”Nantinya, ASN yang pindah ke IKN akan mendapatkan rumah dinas berbentuk apartemen,” katanya, mengutip Kompas.com, Sabtu (14/1/2023).

BacaIKN Dapat Investor Lagi, Siap Investasi Rp 41 Triliun

Danis menyebut apartemen untuk ASN akan terdiri dari 47 tower. Setiap tower rencananya akan setinggi 12 lantai.

Karena itu, Menteri PUPR telah menyampaikan usulan tambahan anggaran untuk pembangunan apartemen ASN tersebut. Usulan tersebut telah disampaikan pada November 2022.

”Usulan 47 tower senilai Rp 9,4 triliun,” ujar Danis.

Dia menjelaskan, 47 tower apartemen terdiri dari 31 tower untuk ASN di west residence, 9 tower untuk Paspampres, 4 tower untuk Polri, dan 3 tower BIN.

”Ini yang mungkin nanti kita siapkan APBN, jadi kurang lebih 47 tower,” ucap Danis.

Lebih lanjut Danis menjelaskan, terdapat 3 investor yang juga akan membangun hunian ASN dengan skema KPBU. Yakni Korea Land & Housing Corporation, PT Risjadson Brunsfield Nusantara – CCFG Corp (Konsorsium Nusantara), dan PT Summarecon Agung Tbk.

BacaMenteri PUPR Ungkap 200-an Investor Asing Siap Tanam Investasi di IKN

”Saya berharap Januari Ferbuari bisa mulai, tapi keliatannya belum karena untuk KPBU mungkin proses note to proceed, mungkin diperkirakan juni 2023 diharapkan,” tutur Danis.

 

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Ruangan komen telah ditutup.