Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

9 Sapi di Karanganyar Positif LSD, Peternak Diimbau Lakukan Ini

Ilustrasi kulit sapi yang terserang LSD. (bbvetwates.ditjenpkh.pertanian.go.id).

Murianews, Karanganyar — Sembilan sapi di Kabupaten Karanganyar positif terkena penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Temuan penyakit menular ini diharapkan bisa menjadi perhatian para peternak agar selalu menjaga kebersihan kandang.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Heri Sulistyo mengatakan, sapi yang terkena LSD tersebut berada di Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo.

Wilayah ini berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sragen yang dekat dengan Kabupaten Grobogan.

Baca: PMK Belum Tuntas, LSD Muncul di Grobogan

”Awalnya ada laporan bahwa ada sapi yang punya gejala bentol-bentol dan mengarah ke LSD. Kami informasikan kepada pihak Balai Besar Veteriner (BBV) Wates dan kemudian mereka melakukan pengambilan sampel ternak di sana. Setelah diperiksa ternyata hasilnya 9 sapi positif kena LSD,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Sabtu (14/1/2023).

Saat ini sapi-sapi tersebut sudah diobati dan ditangani oleh dokter hewan. Ia berharap sapi-sapi tersebut bisa segera sembuh dan tidak menular ke sapi lainnya.

Ia menjelaskan penularan penyakit ini melalui serangga seperti nyamuk dan lalat. Oleh sebab itu, salah satu solusi pencegahan yang bisa dilakukan oleh peternak adalah melakukan pengasapan di sekitar kandang agar serangga pergi.

Baca: Mengenal Penyakit LSD yang Mengancam Sapi dan Gejalanya

Pengasapan bisa dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan membakar dedaunan yang agak basah agar asapnya awet. Cara kedua adalah penyemprotan langsung dengan obat anti serangga. Namun hal ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu kesehatan ternak. Jauhkan pakan sebelum melakukan penyemprotan.

Cara berikutnya adalah menjaga kebersihan kandang. Ini penting supaya tidak menarik perhatian serangga dan menjaga kesehatan ternak secara umum. “Berikan juga pakan fermentasi kering,” imbuhnya.

Sementara itu, Dispertan PP melalui para petugas lapangan yang ada di tiap-tiap kecamatan juga diminta agar melakukan sosialisasi kepada peternak di wilayah masing-masing tentang LSD.

Baca: Duh! 317 Sapi di Boyolali Terinfeksi Virus LSD

Disinggung mengenai penutupan pasar hewan di Karanganyar untuk mencegah meluasnya LSD, Heri mengatakan pihaknya menunggu arahan Bupati. Selain itu, pengelolaan pasar hewan ada di Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan peternak agar tetap mewaspadai penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belum tuntas di daerah lain.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.