Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bagian Tubuh Terluka Kena Pecahan Kaca, Lakukan Pertolongan Pertama seperti Ini

Bagian Tubuh Terluka Kena Pecahan Kaca Lakukan Pertolongan Pertama seperti Ini

Foto: Ilustrasi tangan terluka (Corey Ryan Hanson dari Pixabay)

Murianews, Kudus – Banyak orang pernah mengalami luka akibat terkena pecahan kaca. Kebanyakan, bagian tangan dan kaki yang sering terkena serpihan kaca hingga mengakibatkan luka.

Terkadang luka yang diderita tidak terlalu parah atau hanya tampak goresan saja. Namun, tak jarang luka akibat pecahan kaca ini cukup dalam dan mengeluarkan banyak darah.

Bagi sebagian orang, mengalami kondisi ini karang bisa bikin panik karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. Hal ini justru bisa berbahaya lantaran luka yang dialami bisa makin parah.

Baca juga: Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama ketika Dicakar Kucing

Melansir dari Hellosehat, Sabtu (14/1/2023), mengutip dari Better Health Channel, bahaya atau tidak suatu luka goresan kena pecahan kaca bergantung pada kedalaman dan luas luka sayatan.

Kulit termasuk organ terluas dari tubuh manusia yang terdiri dari dua lapisan utama, yakni epidermis dan dermis. Epidermis adalah lapisan permukaan yang terbuat dari beberapa lembar sel kulit.

Sementara itu, dermis terletak di bawah epidermis yang terdiri dari beberapa hal, yaitu:

  • serat elastis (elastin) untuk kekenyalan,
  • serat protein (kolagen) untuk kekuatan,
  • kelenjar sebasea,
  • folikel rambut,
  • saraf, dan
  • pembuluh darah di dermis.

Semakin dalam luka tangan kena kaca sampai lapisan dermis, maka dampak atau efek samping yang Anda rasakan juga lebih berat. Nyeri akibat cedera luka benda tajam adalah kondisi yang wajar dan bisa membaik seiring berjalannya waktu.

Namun terkadang, kalau luka goresan tangan dan bagian kulit lain cukup dalam, Anda bisa merasakan nyeri yang tidak biasa. Bahkan, munculnya rasa nyeri juga bisa bersamaan dengan sensasi mati rasa.

Pertolongan pertama tangan luka kena kaca

Penanganan dan pertolongan pertama pada anggota tubuh yang luka karena pecahan kaca bergantung pada tingkat keparahannya. Berikut pertolongan pertama tangan luka kena kaca untuk tingkat ringan dan tanpa perdarahan parah.

1. Menghentikan perdarahan

Darah yang keluar dari tangan karena luka kena kaca tentu membuat Anda panik. Redam kepanikan Anda, lalu mulai melakukan langkah-langkah untuk menghentikan perdarahan.

  • Hindari melepas kaca yang menancap di tangan.
  • Letakkan kain di atas luka yang mengeluarkan darah untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.
  • Hindari menggunakan torniket (tali khusus untuk menghentikan darah) karena bisa mengurangi suplai darah dan menyebabkan nekrosis.

Nekrosis adalah cedera pada sel yang membuat kematian lebih awal pada sel-sel hidup. Penanganan tangan maupun anggota tubuh lain yang luka kena kaca dengan tepat dapat menurunkan risiko terjadinya nekrosis.

2. Membersihkan luka

Saat tangan luka terkena pecahan kaca, Anda juga perlu membersihkan area yang tergores. Membersihkan luka dapat mencegah terjadinya infeksi bakteri.

Berikut langkah yang bisa Anda coba untuk membersihkan luka saat anggota tubuh terkena pecahan kaca.

  • Bersihkan tangan dengan air bersih dan sabun untuk menghindari penyebaran kuman serta bakteri.
  • Bersihkan luka dengan lembut memakai kain kasa yang sudah Anda basahi dengan sabun serta air hangat.
  • Anda juga bisa memakai cairan antiseptik lalu oleskan pada area yang terluka untuk mencegah infeksi.

Hindari pemakaian bahan kimia yang terlalu keras, seperti hidrogen peroksida, untuk mencegah jaringan kulit terkikis.

3. Menutup luka pada tangan yang kena pecahan kaca

Setelah membersihkan luka, langkah berikutnya adalah menutup luka yang terkena pecahan kaca. Menutup luka dengan perban atau kain bersih adalah salah satu cara untuk mencegah terkena kontaminasi bakteri.

Berikut langkah-langkah menutup luka pecahan kaca.

  • Jika luka berada di lipatan kulit, tempatkan perban atau kain di atas luka
  • Oleskan krim antibiotik yang bisa Anda dapatkan di apotek, lalu balut dengan perban.
  • Ganti perban secara berkala, terutama ketika kondisinya basah.

Untuk kondisi tangan dan bagian kulit lain yang luka cukup dalam karena terkena kaca, terkadang penanganannya tidak cukup dengan pertolongan pertama. Segera bawa ke rumah sakit atau klinik terdekat bila darah tidak berhenti setelah mendapat perawatan rumahan.

Kapan perlu ke dokter bila tangan luka kena kaca?

Kulit yang luka terkena pecahan kaca bisa membuat Anda tidak nyaman karena merasa perih dan nyeri. Pada sebagian kasus ringan, Anda bisa mengatasi tangan yang terluka dengan pertolongan dan perawatan rumahan. Namun, ada kondisi yang membuat Anda perlu mendapat perhatian medis.

Mengutip dari Mayo Clinic, ini waktu yang tepat untuk ke dokter setelah tangan luka kena kaca.

  • Objek yang menusuk kulit sulit terlihat dan tidak mudah keluar (seperti kaca bening).
  • Cedera terjadi dekat area mata.
  • Luka cukup dalam dan kotor karena berisiko tetanus.
  • Terakhir vaksinasi tetanus lebih dari 5 tahun lalu saat terkena pecahan kaca.
  • Perdarahan aktif atau darah sulit berhenti.

Luka tangan yang kena pecahan kaca mungkin terkesan bersih karena bening. Namun, tidak menutup kemungkinan ada bakteri yang menempel pada luka. Saat konsultasi ke dokter, informasikan situasi saat terkena pecahan kaca dan kondisi Anda.

Pasalnya, bila kondisi terkena pecahan kaca yang kotor dan sudah lama tidak vaksin tetanus, dokter mungkin akan menyarankan booster atau penguat vaksin tersebut. Vaksin tetanus berperan dalam mencegah infeksi bakteri tetanus yang bisa membahayakan kesehatan penderitanya.

Hal yang perlu Anda perhatikan saat akan konsultasi ke dokter

Saat kaca menusuk kulit cukup tajam, Anda perlu segera mendapat pertolongan ke dokter. Namun sebelum itu, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

  • Hindari mencabut atau mengambil objek yang menancap di kulit karena bisa menyebabkan kerusakan baru.
  • Tempelkan kain kasa pada tangan yang luka kena kaca.
  • Letakkan bantalan bersih di sekitar tangan yang luka sebelum mengikat kain.
  • Hindari menekan area yang luka terlalu keras.

Setelah melakukan empat hal tersebut, segera menuju unit gawat darurat (UGD) atau klinik terdekat agar mendapat penanganan lebih lanjut sesuai kondisi.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Ruangan komen telah ditutup.