Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sejarah Hari Layang-Layang Internasional yang Diperingati Tiap 14 Januari

Sejarah Hari Layang Layang Internasional yang Diperingati Tiap 14 Januari

Foto: Ilustrasi (freepik.com)

Murianews, Kudus – Layang-layang ternyata mendapat perhatian cukup besar dari berbagai belahan dunia. Ini bisa dibuktikan dengan adanya Hari Layang-layang Internasional yang diperingati setiap tanggal 14 Januari.

Peringatan Hari Layang-layang Internasional ini biasanya dirangkai dengan beragam kegiatan. Salah satunya adalah festival layang-layang internasional dan juga di berbagai negara juga mengadakan sendiri.

Banyak orang mungkin bertanya-tanya terkait peringatan Hari Layang-layang Internasional. Apa yang menjadi latar belakangnya?

Baca juga: Ini Sejarah Hari Braille Sedunia yang Diperingati Setiap Tanggal 4 Januari

Berikut sejarah Hari Layang-layang Internasional. Melansir Detik.com dari situs National Today, Hari Layang-layang Internasional disebut berasal dari India dan populer di kota Ahmedabad di negara bagian utara Gujarat.

Dahulu di India, hanya bangsawan dan orang kaya saya yang bisa memiliki hobi menerbangkan layang-layang. Namun dalam beberapa tahun terakhir, layang-layang kini telah berkembang menjadi festival yang terbuka untuk wisatawan mancanegara.

Hari Layang-layang Internasional memperingati transisi dari musim dingin ke musim panas, serta panen tanaman musim dingin yang akan datang. Layang-layang yang dikaitkan dengan perayaan melambangkan roh para dewa yang terbangun dari tidur musim dingin mereka.

Dalam bahasa Hindi, festival ini dikenal dengan nama Uttarayan, sedangkan di daerah lain di India dikenal dengan nama Makar Sankranti.

Secara umum, layang-layang sederhana terbuat dari kertas warna-warni yang ringan dengan rangka bambu. Garis layang-layang sering kali dilapisi dengan campuran beras dan pecahan kaca untuk membantu ‘pertarungan layang-layang’.

Hari Layang-layang Internasional biasa dirayakan dengan mengadakan Festival Layang-layang Internasional. Festival Layang-layang Internasional ini pertama kali diadakan pada 14 Januari 1989.

Dalam penyelenggaraan Festival Layang-layang Internasional, penerbang layang-layang akan berusaha memotong tali layang-layang penerbang layang-layang lainnya.

Saat festival ini berlangsung, langit akan dipenuhi layang-layang dan bahkan biasanya ada akrobat. Kemudian pada malam hari, layang-layang bercahaya yang dikenal sebagai ‘tukkal’ akan memeriahkan langit ditambah dengan pesta kembang api.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: detik.com

Ruangan komen telah ditutup.