Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bakal Ketiban Rezeki di Tahun Kelinci Air 2023, Ini Penjelasannya

Ilustrasi: Kelinci Air tahun 2023. (Murianews/Nafis)

Murianews, Kudus – Tahun 2023 pada kalender China merupakan tahun shio kelinci elemen air. Orang dengan shio kelinci air diprediksi bakal ketiban banyak rezeki.

Kuo Tjun, Penasihat Kelenteng Hok Hien Bio, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengatakan, orang yang memiliki shio kelinci air bakal memiliki banyak rezeki.

Dia menjelaskan, di dalam kepercayaan orang Tionghoa, air merupakan lambang rezeki. Rezeki yang dimaksud tidak hanya berupa uang, melainkan juga berupa kesuksesan hidup dan kedudukan.

”Air kan lambang kehidupan. Dan kehidupan itu tidak dapat lepas dari air. Bahkan saat beribadah juga membutuhkan air,” katanya, Sabtu (14/1/2023).

Meski orang dengan shio kelinci air diprediksi kebanjiran rezeki di tahun ini, ia menjelaskan hal itu berlaku bagi yang mau bekerja keras. Sehingga tidak hanya berpangku tangan.

Baca:Catatan Sejarah Tanggal 9 April: Presiden Abdurrahman Wahid Jadikan Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Fakultatif

Dia juga menjelaskan karakter dari hewan kelinci merupakan binatang yang cerdik. Selain itu juga suka berlari ke sana-sini.

”Artinya harus mau bekerja keras. Ketika ada bahaya harus diloncatin. Kemudian juga harus bisa menggunakan kesempatan dengan baik. Ketika hal itu dilakukan akan datang keberuntungan,” sambungnya.

Di tahun ini juga Kuo Tjun meminta agar umat Tionghoa tetap waspada. Karena air juga memiliki efek buruk.

”Seperti saat ini kan cuacanya tidak bersahabat. Terjadi banjir dan banyak penyakit,” terangnya.

Oleh sebab itu, warga juga diminta untuk taat beribadah. Salah satunya tolak balak atau meminta pengampunan dosa.

”Hal terpenting itu hidup harus sesuai dengan jalan yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Jangan sampai merusak lingkungan dan mengganggu orang lain,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.