Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Banjir Pati Mulai Surut, Enam Kecamatan Masih Tergenang

Banjir Pati Mulai Surut Enam Kecamatan Masih Tergenang

Salah satu warga Desa Tanjang, Kecamatan Gabus, Purwasi menunjukkan ketinggian air di rumahnya. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Pati – Banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai surut beberapa sentimeter. Meski demikian, puluhan desa di enam kecamatan masih tergenang.

Salah satu warga Desa Tanjang, Kecamatan Gabus, Purwasi memaparkan di desanya banjir yang terjadi sejak Sabtu (31/12/2022) saat ini sudah mulai surut.

Sebelumnya, tinggi air di dalam rumahnya mencapai 50 cm. Saat ini sudah mulai surut dan ketinggian air tinggal sekitar 5 cm.

’’Sebelumnya, ketinggian air kurang lebih 50 cm. Ini sudah berkurang banyak. Sekarang kurang lebih 5 cm,’’ ujar dia, Sabtu (14/1/2023).

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Abdul Mustaji. Ia mamaparkan banjir di desanya sudah mulai surut sekitar 15 cm hingga 20 cm.

’’Banjir sudah mulai surut sekitar 15-20an cm,’’ imbuh dia.

Baca: Pasar Imlek Pati Sudah Dibuka, Ada Apa Aja Ya?

Meskipun begitu, ratusan rumah warga di desanya masih tergenang air. Berdasarkan data yang dihimpunnya, setidaknya 319 rumah di sana masih terendam banjir. Namun, belum ada warga yang mengungsi.

Selain itu, ada 384 rumah terdampak atau terisolasi banjir dan puluhan lahan pertanian tergenang air. Ketinggian banjir di desanya antara 20 cm hingga 127 cm.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalakhar BPBD) Pati Martinus Budi Prasetya menambahkan selain dua desa itu, puluhan desa di enam kecamatan juga masih tergenang air.

Keenam kecamatan itu yakni Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati, Jakenan dan Juwana. Namun, ia tidak menjelaskan secara terperinci desa-desa yang tergenang air.

’’Secara umum ada penurunan. Sampai (Jumat) kemarin ada penurunan sekitar 10 sampai 20 cm. Ini desa-desa di enam kecamatan masih tergenang,’’ ujar Martinus, Sabtu (14/1/2023).

Mulai surutnya banjir ini ada beberapa penyebab. Salah satunya lantaran curah hujan di Kabupaten Pati tidak setinggi pada akhir Desember 2022 lalu.

Selain itu, keputusan menutup pintu air Waduk Wilalung yang menuju ke Sungai Juwana juga dinilai membuat banjir di Kabupaten Pati berangsur-angsur surut.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.