Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kisah Penjual Pernak-Pernik Imlek yang Rela Keliling Kelenteng hingga Luar Pulau

Ferry Chandra menata dagangannya yang berupa baju mandarin dan pernak-pernik imlek. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Pedagang baju mandarin cheongsam dan pernak-pernik Imlek, Ferry Chandra menjalankan bisnis usaha keluarganya secara turun temurun. Tak ayal dirinya harus berpindah dari satu kelenteng ke kelenteng lainnya di setiap Imlek maupun hari-hari besar Tionghoa.

Warga Semarang ini menjajakan dagangannya di kawasan Kelenteng Hok Hien Bio yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kudus, Jawa Tengah. Saat itu dia berjualan saat ada perayaan kirab Bwee Gee awal Januari 2013.

Ferry Chandra menjelaskan, ia memulai berjualan di tahun 2006. Dia melanjutkan usaha turun temurun dari keluarganya.

Pekerjaanya itu membawanya berpindah-pindah ke berbagai daerah. Ia pernah keliling ke beberapa kelenteng di Seperti Pulau Bali dan Pulau Madura.

Saat ini ia fokus mencari peruntungan menjual baju cheongsam di area Pulau Jawa saja dari yang sebelumnya pernah sampai ke luar pulau Jawa.

Sebenarnya ia memiliki toko yang menjual perlengkapan oriental di Kota Semarang, Jawa Tengah. Tepatnya di Kawasan Pecinan, Semarang Tengah.

”Usaha saya saat ini ya rintisan dari usaha ibu dan kakak saya. Kemudian saya melanjutkan,” katanya, Sabtu (14/1/2023).

Baca: Pasar Imlek Pati Sudah Dibuka, Ada Apa Aja Ya?

Di Kudus ia menjajakan dagangannya saat ada perayaan kirab Bwee Gee. Selama perayaan Bwee Gee yang dimulai sejak Sabtu (7/1/2023) itu, ia menjual berbagai pakaian mandarin. Selain itu ada asesoris, kepala barongsai, dan pernak-pernik lainnya.

Harga yang ditawarkan beragam. Baju mandarin dijualnya seharga Rp 35 ribu hingga Rp 350 ribu. Sedangkan kepala barongsai dijual mulai Rp 45 ribu hingga Rp 300 ribu.

”Paling banyak dibeli ya pakaian mandarin karena sehari bisa menghabiskan 100 pcs. Ketiban berkah Bwee Gee, karena kan acaranya kemarin itu ada dari luar kota juga,” sambungnya.

Nantinya, Chandra juga akan melanjutkan perjalanannya di beberapa tempat. Terdekat dirinya akan ke Pasuruan, Jawa Timur untuk berjualan di momen Imlek.

”Tanggal 28 Januari saya ke Pasuruan. Pihak kelenteng sana memanggil saya untuk jualan sekaligus meramaikan acara Imlek,” terangnya.

Selain mengambil momen Imlek dan Bwee Gee untuk berjualan pernak-pernik mandarin, dia juga kerap hadir saat hari jadi kelenteng. Selain itu juga kerap memanfaatkan momen pasar malam di berbagai daerah.

”Tetapi memang penjualan bagus saat momen Imlek,” imbuh pria berusia 38 tahun itu.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.