Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kajari Pemalang Disebut Terima Sejumlah Uang dalam Kasus Suap Bupati Mukti

Ilustrasi

Murianews, Semarang – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pemalang ikut disebut dalam kasus jual beli jabatan Bupati nonaktif Pemalang Mukti Agung Wibowo. Hal itu mencuat setelah salah satu saksi memberikan keterangan pernah dimintai uang Rp 5 juta untuk diberikan ke Kajari.

Pernyataan tersebut diungkapkan Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pemalang, Moh Ramdon dalam sidang lanjutan kasus suap Bupati Pemalang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jumat (14/1/2023) kemarin.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Bambang Setyo Widjanarko itu, Ramdon dikonfirmasi tentang keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) berkaitan dengan pemberian uanga Rp 5 juta kepada pejabat Sekretaris Daerah saat itu, Mohamad Arifin.

Ramdon menjelaskan pernah diminta untuk ikut iuran Rp 5 juta oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Pemalang, Eko Edi Prihartanto, yang selanjutnya diserahkan kepada ajudan Sekda Mohamad Arifin.

”Informasinya diberikan kepada Kajari Pemalang. Tapi saya tidak tahu secara pasti, benar atau tidak,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Sabtu (14/1/2023).

Ia menambahkan uang Rp 5 juta yang diserahkannya itu berasal dari potongan alokasi perjalanan dinas pegawai saat dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pemalang.

Dalam kesaksiannya, Ramdon juga mengakui pernah memberikan uang Rp 100 juta yang merupakan bagian dari uang syukuran atas promosi jabatan sebagai Kepala Disperkim Pemalang.

Ramdon sempat diangkat menjadi Kepala Disperkim Pemalang oleh Bupati Mukti Agung Wibowo sebelum akhirnya dicopot usai mendapat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara.

Dalam sidang yang digelar secara hibrida tersebut, juga diperiksa sebagai saksi Sekretaris DPRD Kabupaten Pemalang, Sodik Ismanto.

Sodik juga dimintai keterangan berkaitan uang syukuran Rp 100 juta yang diberikannya usai memperoleh promosi jabatan sebagai Sekretaris DPRD.

Sebelumnya, Bupati Nonaktif Pemalang Mukti Agung Wibowo didakwa menerima suap dan gratifikasi terkait promosi dan mutasi jabatan di lingkungan pemerintah daerah tersebut yang totalnya mencapai Rp7,57 miliar.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.