Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kasus Pemerkosaan Penyandang Disabilitas di Blora Jadi Perhatian

Kasus Pemerkosaan Penyandang Disabilitas di Blora Jadi Perhatian | MURIANEWS

Ilustrasi

Murianews, Blora – Kasus pemerkosaan terhadap perempuan penyandang disabilitas ganda di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora mengundang perhatian banyak pihak.

Pasalnya, korban rudapaksa sampai melahirkan anak dua kali dari kasus tersebut. Bupati Blora Arief Rohman pun meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

Arief juga mendesak agar pelaku perbuatan keji itu segera ditangkap dan diadili sesuai aturan yang berlaku.

’’Ini memang memprihatinkan dan termasuk kejahatan yang keji. Apalagi korbannya seorang difabel yang berkebutuhan khusus. Kami sangat mendukung Polres Blora agar bisa mengusut tuntas siapa pelakunya, dan diproses hukum,’’ kata Bupati, Sabtu (14/01/2023).

Baca: Dua Kali Dilaporkan, Pelaku Pemerkosaan ABK di Blora Tak Kunjung Tertangkap

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendampingan terhadap korban. Baik itu, pendampingan secara ekonomi, psikologis, maupun kesehatan korban dari sejak kehamilan sampai persalinan.

’’Pendampingan terus dilakukan Dinas Sosial PPPA dan Bidan Desa. Kami ingin ini segera terungkap dan jangan sampai ada lagi kasus rudapaksa terhadap difabel di Kabupaten Blora,’’ katanya.

Sementara itu, Kapolres Blora, AKBP Fahrurozi mengatakan sampai saat ini petugas masih melakukan penyelidikan. Ia berkomitmen akan menangani kasus itu secara serius.

’’Berkaitan dengan penanganan kasus tersebut, mengingat kondisi korban maka dibutuhkan penanganan yang ekstra. Kami telah melakukan pendekatan-pendekatan, bukan hanya dari Polri tapi juga melalui tokoh masyarakat,’’ kata Kapolres Blora.

Fahrurozi menyebut, sejumlah orang telah diperiksa. Dari pemeriksaan itu pihaknya sudah mengumpulkan kecurigaan-kecurigaan yang mengarah ke pelaku.

’’Namun perlu pembuktian, tidak hanya sekadar kecurigaan,’’ lanjut Kapolres Blora.

Baca: Difabel Blora Ingin Ada Perbub yang Melindungi Hak Mereka

Kapolres juga berharap jika ada warga masyarakat yang mengetahui informasi informasi terkait peristiwa tersebut agar melaporkan kepada Polres Blora.

’’Kami berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali. Dan kami telah menugaskan Kasatreskrim untuk melakukan tindakan sesuai dengan aturan yang ada serta untuk melakukan test DNA namun sesuai dengan petunjuk tenaga ahli,’’ucapnya

Kapolres juga menyampaikan bahwa jika sudah ada titik terang maka akan disampaikan kepada media dan masyarakat.

Sementara itu, Fatoni salah satu tokoh masyarakat Jepon Blora menyampaikan agar kasus kasus seperti ini tidak hanya selesai secara kekeluargaan. Namun harapannya bisa sampai meja hijau untuk efek jera agar hal tersebut tidak terulang kembali.

’’Agar tidak terulang lagi kasus seperti ini harapannya penyelesaian tidak hanya berhenti pada meja keluarga atau damai. Namun harus dimeja hijaukan sehingga ada efek jera. Jangan sampai anak anak difabel kita menjadi korban di masa mendatang,’’ ucap Fatoni.

 

Kontributor Blora
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.