Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Persijap Beri Empat Argumen Tolak Liga 2 Dihentikan

Persijap

Para pemain Persijap Jepara menjalani sesi latihan beberapa waktu lalu. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

Murianews, Jepara – Persijap beri empat argumen tolak Liga 2 dihentikan. Manajemen Persijap Jepara resmi melayangkan surat keberatan penghentian Liga 2 Indonesia Musim 2022/2023 ke PSSI.

Dalam keterangan resminya, Presiden Persijap Jepara, M Iqbal Hidayat secara umum menyatakan keberatan dan menolak tegas penghentian Liga 2 Indonesia dihentikan di tengah jalan. Padahal, untuk putaran pertama saja, masih menyisakan dua kali pertandingan.

Dalam surat yang ditujukan khusus kepada Sekjend PSSI itu, Iqbal menyatakan bahwa Persijap adalah klub yang sejak awal menolak penghentian Liga 2 Indonesia. Pihaknya beralasan, itu menyangkut keberlangsungan ekosistem dunia persepakbolaan Indonesia secara umum. Baik dari segi pemain maupun klub.

“Dan yang paling utama menyangkut ratusan bahkan ribuan mata pencaharian pelaku sepak bola Indonesia di mana banyak yang merupakan tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah,” jelas Iqbal dalam surat tertanggal 13 Januari 2023 itu.

BACA JUGA: Pemain Persijap Jepara Tuntut Liga 2 Terus

Argumen kedua, Iqbal menyampaikan bahwa dalam hal Liga 2 dihentikan dan Liga 1 meniadakan sistem degradasi, maka liga bisa dianggap tidak sehat. Menurutnya, kondisi itu merugikan klub-klub yang berpeluang promosi. Tetapi di sisi lain, keputusan itu menyelamatkan klub-klub yang posisinya di ambang degradasi.

Kemudian, Iqbal juga berargumen bahwa setelah dilakukan verifikasi Stadion GBK Jepara oleh tim assesment dari tim Mabes Polri, mendapatkan nilai 70,79 persen. Dan secara verbal disampaikan siap menggelar pertandingan. Artinya, Stadion GBK Jepara itu sudah layak dan siap menjadi tuan rumah jika kompetisi dijalankan dengan sistem bubble.

BACA JUGA: Persijap Jepara Layangkan Keberatan ke PSSI

Kendati Persijap tidak menandatangani surat kesepakatan antar klub Liga 2 pada 14 Desember 2022 lalu, Iqbal meminta PSSI memperhatikan wacana yang diharapkan Persijap dan klub-klub lain, bahwa meminta kompetisi untuk menjadi sistem bubble. Tentunya, itu dengan pembiayaan secara penuh ditanggung oleh PT LIB.

Iqbal beralasan keterbatasan stadion yang layak, kesulitan keuangan klub. Selain itu, harus diimplementasikan syarat dari perpol nomor 10 tahun 2022 untuk menyelenggarakan pertandingan. Untuk itu, Iqbal meminta aturan itu dijalankan oleh PT LIB. Jika memang tidak bisa dijalankan, maka opsi ditunda atau dibatalkannya Liga 2 bisa menjadi pertimbangan.

“Besar harapan kami dari awal Liga 2 dapat dilanjutkan,” tandas Iqbal.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Budi Santoso

Ruangan komen telah ditutup.