Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Website Jual Beli Organ Tubuh Manusia Diblokir Kominfo

Website Jual Beli Organ Tubuh Manusia Diblokir Kominfo

Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik IKP Kemenkominfo Usman Kansong (Tangkapan Layar)

Murianews, Jakarta – Sebanyak tujuh website jual beli organ tubuh manusia yang berseliweran di media sosial, kini telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Hal ini dilakukan setelah menindaklanjuti permintaan dari Polri.

Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong mengatakan, pemblokiran tersebut setelah sebelumnya ada permintaan dari Polri. Sebab, beberapa hari yang lalu ada remaja yang membunuh temannya sendiri dengan modus hendak menjual organ tubuhnya secara online.

”Betul kemarin malam kita blokir,” katanya, mengutip Antara, Sabtu (14/1/2023).

Website itu diblokir dengan dasar UU nomor 19 tahun 2016 pasal 40 (2a) dan (2b) tentang Informasi dan Transaksi Elektronik memastikan ketiganya tidak lagi dapat diakses oleh masyarakat luas.

Baca: Ramai Paket Organ Tubuh Manusia yang akan Dikirim untuk Desainer Indonesia

Dasar hukum lainnya yang menguatkan penutupan akses ke situs-situs tersebut ialah Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 192 jo Pasal 64 ayat (3) membahas mengenai pelanggaran terkait penjualan organ tubuh manusia.

Usman mengatakan, ke depannya Kemenkominfo akan mengintensifkan penutupan dan blokir ke situs-situs website dengan konten negatif termasuk terkait dengan jual beli organ tubuh yang jelas melanggar regulasi.

”Betul, jadi kita intensifkan patroli siber karena jual beli organ tubuh melanggar UU Kesehatan yang mengatakan jual beli organ tubuh dengan alasan apa pun dilarang,” tegas Usman.

Selain tujuh website dimaksud, Kemenkominfo juga memutus akses ke lima grup di media sosial yang mengandung konten jual beli organ manusia.

Hal itu dikonfirmasi oleh pernyataan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel A Pangerapan.

Baca: Dua Remaja di Makassar Ini Bunuh Temannya untuk Dijual Organ Tubuhnya

Ia mengatakan, berdasarkan analisis timnya seluruh situs web yang sudah diblokir berasal dari luar negeri. Semuel pun mengajak masyarakat untuk melapor kepada Kemenkominfo apabila menemukan situs sejenis sehingga bisa ditangani sesuai undang-undang yang berlaku.

”Peran masyarakat penting untuk membantu penyidikan. Dan kami mengharapkan masyarakat dapat melaporkan lewat aduankonten.id,” terangnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Antara

Ruangan komen telah ditutup.