Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Penyebab Ban Tubeless Motor Sering Kempis dan Cara Merawat biar Awet

Ini Penyebab Ban Tubeless Motor Sering Kempis dan Cara Merawat biar Awet

Foto: Ilustrasi ban motor (freepik.com)

Murianews, Kudus – Ban merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor. Sebab, tanpa adanya ban maka sebagus apapun kendaraan yang Anda miliki, sudah dipastikan tidak bisa digunakan.

Demikian pula jika ban mengalami masalah, akan mengganggu saat melakukan perjalanan. Misalnya, ban kempis, bocor atau bahkan meletus.

Ban motor yang sudah digunakan dalam waktu lama, pasti akan terlihat perubahannya dengan ban yang semakin tipis serta kembangannya telah menyentuh bagian serat. Ban yang tipis tentunya berbahaya bila terus digunakan dalam perjalanan.

Baca juga: Ini yang Penting Diperhatikan saat Modifikasi Ban Motor, Jangan Sampai Salah Ukuran ya!

Untuk itu komponen ban ini harus diganti secara berkala. Terlebih jika Anda sudah melihat kondisi ban yang sudah gundul, retak, dan sejenisnya.

Teknologi dalam dunia otomotif semakin berkembang dengan hadirnya ban tubeless. Kelebihan ban tubeless ini tentu jauh lebih baik dibandingkan ban konvensional pada umumnya.

Namun, ada kalanya ban tubeless sering kempis. Bahkan intensitas kempisnya lebih tinggi dari ban biasa.

Perlu diketahui bahwa ada beberapa penyebab yang bisa membuat ban tubeless sering kempis meskipun dijuluki ban yang cukup awet. Berikut beberapa diantaranya, seperti dilansir dari laman Suzuki, Jumat (13/1/2023).

Pentil Motor Kendor

Meskipun ban tubeless sering disebut juga ban anti bocor, ternyata pentil motor yang kendor bisa menjadi alasan ban bisa kempis.

Kondisi ini bisa membuat udara dalam ban akan keluar secara perlahan. Untuk mengatasi masalah tersebut, selalu pastikan bahwa karet pentil sudah rapat.

Mengalami Bocor Halus

Ban tubeless yang sering kempis bisa dikarenakan bocor halus. Hal ini bisa disebabkan saat motor berjalan di daerah yang tidak rata, tertancap batu atau kerikil yang cukup tajam.

Alhasil ban akan menjadi berlubang, dan udara di dalam ban menjadi keluar sedikit demi sedikit.

Adanya Debu dan Pasir yang Menempel pada Ban

Butiran debu yang menempel selama di perjalanan juga salah satu faktor yang menyebabkan ban tubeless ini kempis.

Biasanya pasir akan terselip dan mengisi antara ruang ban dan velg. Kemudian jika tidak dibersihkan maka akan menimbulkan celah yang bisa membuat udara perlahan keluar.

Pelek Bengkok

Pelek bengkok juga bisa menjadi penyebab kenapa ban tubeless sering kempis.

Hal ini bisa dikarenakan pelek yang bengkok akan memberikan celah antara pelek dan ban. Kemudian celah tipis ini bisa menyebabkan angin keluar secara perlahan, jadilah ban mudah kempis.

Ban Sudah Botak

Ban sudah botak dan halus memang sangat berbahaya dan sebaiknya harus cepat diganti.

Selain rawan kempis bahkan bocor, ban yang sudah botak sangat berbahaya karena licin. Bahkan ketika kena panas, rentan meletus.

Paku Menancap di Ban

Ban tubeless sering kempis bisa disebabkan karena adanya paku yang menancap. Tusukan paku tersebut akan menyisakan celah yang membuat angin di dalam ban keluar.

Untuk mengeceknya, Anda bisa meneteskan air sabun ke tempat ban yang telah tertusuk paku. Kalau ada gelembung, berarti Anda harus segera menambalnya, agar ban tidak kempis lagi.

Tips Merawat Ban Tubeless agar Lebih Awet

Ban tubeless meskipun terkenal awet juga harus dirawat. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk bisa merawat ban tubeless supaya bisa awet. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan.

Memakai Ban Tubeless Sesuai Load Index dan Speed Symbol

Anda harus tau pemakaian ban ini apakah sudah sesuai dengan peruntukan. Hal ini bisa mengacu kepada load index dan speed symbol.

Load Index dan Speed symbol merupakan salah satu panduan bagaimana sebuah ban kuat menahan beban, juga mengenai batas kecepatan maksimum yang masih aman.

Contoh saja jika di dinding ban ada tulisan 90/80-17 M/C 46S yang berarti load index-nya ada 46 dan menunjukkan bahwa beban yang bisa ditahan adalah 170 kg.

Kemudian, kalau speed symbol biasanya kodenya S yang berarti ban bisa diajak berkendara sampai kecepatan maksimum 180 km per jam.

Menggunakan Tekanan Angin Sesuai Rekomendasi

Jangan lupa untuk selalu menggunakan tekanan angin yang sesuai dengan rekomendasi pabrik.

Biasanya sudah ada informasi mengenai kebutuhan tekanan angin pada setiap ban yang dipasarkan. Setiap motor biasanya akan memiliki rekomendasi di badannya.

Ketika Bocor Ditambal Bagian Dalam Ban

Cara selanjutnya untuk mengatasi ban tubeless sering kempis adalah ketika bocor lebih baik ditambal dari bagian dalam.

Hal ini bertujuan untuk mengamankan ban dan tidak merusak tekstur ban dari bagian luar. Tambalan dari luar akan berpengaruh juga pada keseimbangan kendaraan Anda.

Mengisi Ban dengan Gas Nitrogen

Gas nitrogen terkenal bisa mengurangi panas yang dihasilkan saat ban meluncur di jalan. Oleh karena itu pengguna ban tubles sangat dianjurkan menggunakan gas ini.

Selain itu, dibanding gas biasa, nitrogen bisa bertahan lebih lama sehingga dapat menjaga tekanan ban. Dengan ini, ban jadi lebih awet karena tekanannya stabil.

Cek Pelindung di Dalam Ban Tubeless

Anda juga harus memperhatikan pelindung dalam ban tubeless yang telah dipasang. Pelindung ini berfungsi untuk mencegah angin yang ada di dalam ban keluar.

Seal ini bisa saja rusak seiring berjalannya waktu. Jika tidak sering di cek, bisa-bisa akan menyebabkan kempis.

Itulah beberapa hal yang bisa membuat ban tubeless sering kempis. Selain karena memang kondisinya yang sudah tidak baru, kondisi jalan juga mempengaruhi keawetan ban.

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: Suzuki.co.id

Ruangan komen telah ditutup.