Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Jenis Pertolongan Pertama Dasar yang Wajib Anda Kuasai, Sangat Diperlukan saat Kondisi Darurat

Ini Jenis Pertolongan Pertama Dasar yang Wajib Anda Kuasai Sangat Diperlukan saat Kondisi Darurat

Foto: Ilustrasi pertolongan pertama (pixabay.com)

Murianews, Kudus – Memiliki pengetahuan dan kemampuan pertolongan pertama dasar sangat penting bagi semua orang. Pasalnya, siapa pun bisa mengalami musibah atau kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera.

Dengan pertolongan pertama maka bisa mencegah kondisi yang lebih parah. Setidaknya, bisa tetap bertahan sambil menunggu datangnya bantuan.

Seperti diketahui, musibah kadang terjadi di tempat yang jauh dari keramaian atau perkampungan. Saat mengalami hal ini maka mengharapkan bantuan medis tentu tidak bisa datang dengan cepat.

Baca juga: Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama ketika Dicakar Kucing

Mau tidak mau maka wajib melakukan pertolongan pertama bagi orang yang tertimpa musibah. Di sinilah pentingnya menguasai pertolongan pertama dasar.

Jenis-jenis pertolongan pertama dasar

Melansir dari Hellosehat, Jumat (13/1/2023), pertolongan pertama adalah cara yang bisa dilakukan untuk membantu diri sendiri atau seseorang yang tiba-tiba sakit atau mengalami kecelakaan.

Kejadian yang dialami bisa berupa hal yang menyebabkan luka ringan, berat, hingga kondisi medis darurat. Pemberian pertolongan terlebih dahulu bisa membantu pasien untuk bertahan sampai bantuan medis tiba.

Berikut adalah hal dasar yang harus Anda ketahui jika ingin melakukan pertolongan pertama.

1. Mengatasi memar

  • Apa yang harus dilakukan: kompres bagian tubuh yang memar dengan es batu.
  • Hindari untuk melakukan: mandi dengan air hangat.

Jenis pertolongan pertama paling dasar yang perlu Anda ketahui adalah mengatasi memar. Memar terjadi akibat pembuluh darah yang pecah sehingga mengakibatkan darah menggumpal. Mengompres dengan es batu adalah bentuk pertolongan pertama untuk mempersempit pembuluh darah yang pecah dan memulihkannya secara perlahan.

Selama 48 jam pertama, Anda harus mengompres bagian tubuh yang memar dengan es batu kurang lebih 20 menit setiap satu jam sekali. Setelah 48 jam berlalu, Anda harus mengganti kompres tersebut dengan kain yang telah dibasahi air hangat agar sirkulasi darah kembali normal.

2. Pertolongan pertama untuk kulit terbakar

  • Apa yang harus dilakukan: dinginkan area tubuh yang terbakar dengan kompres dingin.
  • Hindari untuk melakukan: mengoleskan salep yang mengandung aloe vera atau vitamin E.

Penyebab kulit terbakar atau melepuh paling banyak terjadi akibat tidak sengaja memegang benda panas atau terkena minyak panas.

Apabila luka bakarnya cukup parah, Anda perlu mendapatkan pertolongan pertama dari instalasi gawat darurat di rumah sakit. Hubungi nomor darurat 118 untuk memanggil ambulans.

Selama menunggu ambulans datang, hal yang dapat dilakukan adalah meletakkan kain yang sudah dibasahi air dingin sebelumnya. Penting untuk diketahui, jangan mengoleskan luka bakar dengan salep apapun karena dapat menyebabkan iritasi.

3. Tertusuk serpihan benda asing

  • Apa yang harus dilakukan: ambil serpihan dengan menggunakan jarum kecil atau pinset.
  • Hindari untuk melakukan: membiarkan dalam waktu lama atau merendam di dalam air.

Ketika Anda kesusupan atau tertusuk benda asing seperti kayu dan tertinggal di dalam kulit, benda tersebut sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja. Pertolongan pertama harus cepat dilakukan karena semakin lama benda asing tersebut tertinggal di dalam kulit Anda, semakin besar risiko infeksi.

Agar bisa menarik benda asing tersebut, Anda perlu menggunakan jarum atau pinset. Setelah serpihan tercabut, cuci area bagian yang tertusuk dengan sabun dan oleskan salep antibakteri. Hindari merendam tubuh yang tertusuk di dalam air.

Cara ini justru bisa mengakibatkan benda menjadi lunak atau masuk ke bagian kulit yang lebih dalam sehingga lebih sulit untuk diambil.

4. Perdarahan akibat tersayat atau terpotong

  • Apa yang harus dilakukan: cuci luka dengan sabun dan air mengalir.
  • Hindari untuk melakukan: mencuci luka dengan alkohol.

Jenis pertolongan pertama dasar lainnya yang tak kalah penting Anda ketahui adalah mengatasi luka dan perdarahan di jari akibat tersayat atau terpotong.

Kecelakaan kecil ini sering dialami saat menggunakan pisau, gunting, kater, atau benda tajam lainnya. Saat terjadi perdarahan, segera bersihkan luka terbuka dengan sabun dan air mengalir.

Setelah memastikan luka tercuci dengan bersih, Anda bisa mengoleskan salep antiseptik pada luka terbuka dan tutup luka menggunakan perban. Kesalahan yang kerap dilakukan saat mengobati luka terbuka adalah membersihkan luka menggunakan alkohol.

Padahal, alkohol justru akan memberikan sensasi panas, perih, dan rasa terbakar pada luka Anda. Penting juga diingat, tujuan pertolongan pertama untuk perdarahan adalah menghentikan atau mencegah perdarahan terus terjadi.

Jika perdarahan cukup banyak, tahan aliran darah dengan handuk dan cari pertolongan medis untuk menutup luka dengan jahitan.

6. Mengatasi mimisan

  • Apa yang harus dilakukan: mengompres hidung untuk mencegah perdarahan.
  • Hindari untuk melakukan: masukkan tisu ke dalam hidung sambil menengadahkan kepala.

Banyak yang masih salah dalam melakukan pertolongan pertama dasar untuk mengatasi mimisan. Mendongakkan kepala saat mimisan justru berbahaya karena mendorong darah masuk ke belakang tenggorokan.

Padahal, Anda seharusnya mengeluarkan darah yang menyumbat hidung. Apabila darah turun ke arah tenggorokan, Anda bisa batuk, tersedak, hingga muntah bila darah masuk ke saluran cerna.

Jadi cara yang terbaik melakukan pertolongan pertama saat mimisan adalah sebagai berikut.

1. Ambil tisu atau kain, kemudian pencet hidung agar darah keluar.

2. Tahan selama 10 menit atau hingga mimisan berhenti.

3. Pastikan posisi tubuh Anda condong ke depan selama melakukannya.

4. Setelah berhenti, kompres batang hidung Anda dengan handuk dingin untuk beberapa saat sambil tetap duduk dengan tegak.

7. Pertolongan pertama saat tersedak

  • Apa yang harus dilakukan: batuk sekuat tenaga dan memberikan dorongan dari perut.
  • Hindari untuk melakukan: minum air atau memaksa menelan benda yang tersangkut.

Seseorang bisa tersedak ketika ada makanan, cairan, atau benda yang tersangkut di tenggorokan. Hal ini berisiko membahayakan nyawa karena Anda bisa kesulitan bernapas.

Jika Anda atau orang lain tersedak, berusahalah untuk tidak panik. Setelah itu, lakukan pertolongan pertama untuk mengeluarkan benda yang tersangkut dengan batuk sekuat tenaga.

Saat membantu orang lain yang tersedak, Anda bisa membantu dengan melakukan cara berikut.

1. Dorong benda yang tersangkut ke luar dari tenggorokan dengan menekan perutnya.

2. Letakkan salah satu tangan dengan posisi mengepal di atas pusar, lalu gunakan tangan yang lain untuk menahan kepalan.

3. Dorong perut ke arah tenggorokan secara berulang kali.

Jika benda masih tersangkut di tenggorokan dan semakin kesulitan bernapas, segera hubungi nomor darurat untuk mendapatkan bantuan medis.

8. Pertolongan pertama saat tersengat listrik

  • Apa yang harus dilakukan: matikan sumber listrik dan mendorong korban dengan isolator.
  • Hindari untuk melakukan: menyentuh atau menarik korban tanpa pelindung.

Anda harus berhati-hati dalam melakukan pertolongan pertama pada orang yang tersengat listrik.

Hal terpenting yang harus dilakukan saat kecelakaan ini terjadi adalah mematikan sumber aliran listrik sesegera mungkin.

Jangan mencoba menyentuh korban dengan tangan kosong, dorong tubuh korban menggunakan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik (isolator) seperti tongkat kayu, sapu, atau kursi.

Setelah listrik tidak lagi menghantar ke tubuh korban, cek pernapasan dan denyut jantungnya. Jika korban tidak responsif, segera hubungi nomor telepon darurat (118) atau bawa korban ke unit gawat darurat.

Itulah jenis-jenis pertolongan pertama dasar yang sebaiknya diketahui oleh setiap orang. Dengan memahami cara memberikan bantuan dalam situasi darurat, Anda tak hanya mencegah dampak yang lebih buruk, tapi juga bisa menyelamatkan nyawa orang lain.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Ruangan komen telah ditutup.