Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Suka Pakai Odol untuk Obati Luka Bakar? Sebaiknya Jangan Lakukan, Ini Alasannya

Suka Pakai Odol untuk Obati Luka Bakar Sebaiknya Jangan Lakukan Ini Alasannya

Foto: Ilustrasi luka bakar (freepik.com)

Murianews, Kudus – Banyak orang pernah mengalami luka bakar. Paling sering adalah terkena peralatan masak yang kondisinya panas atau percikan minyak goreng hingga air panas.

Saat mengalami luka bakar, terasa manyakitkan karena kulit bisa melepuh. Bahkan, luka bakar terkadang bisa menimbulkan bekas yang susah dihilangkan sehingga mengganggu penampilan.

Untuk itu, penting mengetahui cara menghilangkan bekas luka bakar yang tepat. Bekas luka bakar yang tertinggal perlu dirawat dengan memberikan pertolongan pertama agar lekas memudar.

Baca juga: Ini Hal-Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Mengalami Luka Bakar Knalpot atau Setrika, Ingat ya!

Banyak orang menggunakan pasta gigi atau odol untuk pertolongan pertama saat mengalami luka bakar. Namun, mengoleskan odol justru dapat memperparah kondisi luka.

Melansir dari Hellosehat, Jumat (13/1/2023), odol atau pasta gigi disebut-sebut dapat meringankan nyeri akibat luka bakar. Padahal, kandungan zat dalam odol bisa membuat luka bakar semakin parah.

Pasalnya, pasta gigi mengandung berbagai bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih dan pengharum napas. Kandungan ini dapat menyebabkan iritasi serius jika digunakan secara langsung pada jenis luka ini.

Alhasil, jaringan di sekitar luka bakar malah semakin rusak. Selain itu, odol punya kandungan kalsium dan peppermint yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada luka bakar dan merusak jaringan kulit.

Meskipun dapat mendinginkan luka, penggunaan odol untuk luka bakar justru menutup permukaan luka sehingga memerangkap panas di dalamnya.

Pada akhirnya, kondisi ini akan menghambat penyembuhan luka bakar. Kerusakan jaringan akibat penggunaan odol akan lebih parah jika pasta gigi dioleskan pada derajat luka bakar yang lebih tinggi.

Bahan lain yang juga tidak boleh digunakan untuk luka bakar

Bukan hanya odol saja yang dianggap bisa menyembuhkan luka bakar, ada beberapa bahan rumahan lain yang kerap kali digunakan. Padahal, bahan tersebut tidak mampu menyembuhkan luka bakar dan malah memperparah.

1. Es batu

Es batu memang dapat mendinginkan suhu kulit. Namun, menggunakan es batu ataupun air dingin dengan cara yang salah justru dapat memperparah kondisi luka bakar Kedua bahan ini dapat mengiritasi area luka, bahkan menyebabkan sejenis luka bakar yang disebut cold burn.

2. Minyak esensial

Minyak esensial memiliki kegunaan untuk kulit. Akan tetapi, penggunaannya pada kulit yang terbakar justru dapat menahan panas dan mencegah pemulihan luka. Jadi, hindari penggunaan berbagai jenis minyak untuk pengobatan luka bakar, begitu pula dengan minyak kelapa dan minyak zaitun.

3. Putih telur

Seperti mitos penggunaan odol untuk luka bakar, putih telur juga tidak terbukti dapat mengatasi kondisi ini. Putih telur mentah justru dapat meningkatkan risiko infeksi pada luka. Bahan ini juga dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Oleh karena itu, hindarilah penggunaannya saat Anda mengalami luka bakar.

4. Mentega

Belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa mentega dapat menjadi bahan alami yang efektif mengatasi luka bakar. Seperti halnya minyak, mentega juga dapat memerangkap panas pada area kulit dan memperlambat proses pemulihan. Selain itu, mentega tidak steril sehingga dapat memicu infeksi pada area kulit yang terluka.

Obat rumahan untuk luka bakar yang aman untuk Luka Bakar

Cara penanganan luka bakar yang tepat sebenarnya tergantung dengan derajatnya. Pengobatan di rumah hanya efektif mengatasi luka bakar derajat pertama, termasuk akibat percikan minyak. Jika menggunakan odol malah berbahaya untuk luka bakar, Anda bisa beralih memanfaatkan bahan di rumah yang lebih aman, tetapi juga efektif.

Berikut ini adalah pilihan obat alami untuk pengobatan luka bakar ringan yang bisa diperoleh di rumah.

1. Air dingin

Sama halnya dengan odol, penggunaan es batu untuk luka bakar memang perlu Anda hindari. Namun, membasahi luka bakar dengan air tidak berbahaya. American Academy of Dermatology Association justru menyarankan menyiram luka bakar dengan air dingin selama 10 menit. Hal ini dapat membantu mengeluarkan panas dari kulit Anda.

2. Kompres dingin

Kompres dingin dari handuk basah, kantung berisi air dingin, atau air dingin dalam botol juga bisa membantu mengangkat panas dari dalam kulit. Namun, luka bakar yang baru bisa sangat lengket dan mudah menempel di permukaan benda lain. Maka dari itu, dalam pengobatan luka bakar pastikan Anda membasahi permukaan kompres dengan air terlebih dulu.

3. Gel lidah buaya

Dibandingkan memakai odol untuk memberikan efek dingin pada luka bakar, sebaiknya gunakanlah bahan alami yang lebih aman seperti lidah buaya. Lidah buaya atau aloe vera memiliki kemampuan untuk mengurangi peradanya dan rasa nyeri pada luka di kulit.

Manfaat lidah buaya untuk luka ini juga dapat membantu pengobatan luka bakar. Untuk mencegah iritasi, pilihlah produk gel lidah buaya yang berasal dari lidah buaya murni tanpa tambahan alkohol dan pewangi. Selain itu, Anda juga bisa mengoleskan cairan dari tanaman lidah buaya langsung pada luka bakar.

4. Madu

Madu dapat mengobati luka karena juga memiliki komponen antiperadangan dan antibakteri yang dapat membantu penyembuhan luka. Namun, madu akan lebih tepat digunakan untuk pemulihan luka bakar.

Penggunaan odol untuk pengobatan luka bakar tidak terbukti dapat meredakan nyeri, lebih-lebih menyembuhkan luka. Agar menghindari luka bakar lama pulih atau bahkan bertambah parah, ada baiknya Anda menghindari penggunaan bahan-bahan yang belum terbukti manfaatnya.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Ruangan komen telah ditutup.