Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mengenal Plengkung Gading, Bangunan Bersejarah di Jogja yang Instagramable

Mengenal Plengkung Gading Bangunan Bersejarah di Jogja yang Instagramable

Foto: Plengkung Gading (visitingjogja.jogjaprov.go.id/@seno471)

Murianews, Yogyakarta – Bicara bangunan bersejarah di Jogja seolah tidak ada habisnya. Ya, soalnya, jumlah bangunan bersejarah di Kota Pelajar ini luar biasa banyaknya.

Selain peninggalan masa lalu atau era kerajaan kuno, banyak pula bangunan bersejarah di zaman colonial Belanda. Salah satunya adalah Plengkung Gading.

Bangunan bersejarah yang memiliki bentuk seperti pintu gerbang yang melengkung. Dari bentuk inilah, bangunan itu disebut dengan istilah Plengkung yang artunya melengkung. Sementara istilah Gading berasal dari pintu tersebut yang memiliki warna putih atau gading.

Baca juga: Menikmati Suasana Alun-alun Kidul, Halaman Belakang Keraton Jogja yang Selalu Bikin Kangen 

Berarti bangunan ini bisa disebut dengan gerbang yang melengkung berwarna putih. Bangunan ini termasuk gapura yang digunakan sebagai pintu masuk menuju jeron benteng Keraton Jogja.

Melansir dari laman Visitingjogja, bangunannya termasuk satu dari lima Plengkung yang menghubungkan dengan keraton. Yakni, Plengkung Tarunasura, Plengkung Nirbaya, Plengkung Madyasura, Plengkung Jaga Surya dan Jagabaya. Diantara kelima plengkung tersebut yang paling terkenal ialah Plengkung gading dan Plengkung Tarunasura.

Bentuk dari kedua plengkung tersebut masih terjaga keasliannya hingga kini sehingga keduanya sangat dikenal di tengah masyarakat. Nama asli dari plengkung ini ialah Plengkung Nirbaya yang terletak di arah Selatan alun-alun Selatan Jogja. Bangunan ini dijadikan pintu keluar jenazah sultan yang sudah wafat menuju Makam Imogiri.

Konon katanya sultan yang masih hidup tidak diperbolehkan melewati lengkung di benteng bagian selatan tersebut. Plengkung Gading sempat diperbaiki bentuk aslinya pada tahun 1986 untuk menjaga keasliannya. Nirbaya sendiri memiliki arti bebas dari bahaya duniawi dan diartikan sebagai sifat yang sederhana.

Menurut Badan Pelestarian Cagar Budaya DIY dahulu terdapat parit mengunjungi Keraton yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap serangan musuh. Parit tersebut memiliki lebar hingga 10 meter dengan kedalaman 3 meter. Namun pada tahun 1935 parit itu hilang dan kini sudah dijadikan sebagai jalan.

Sayangnya tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan bekas parit tersebut dialihfungsikan menjadi sebuah jalan. Adapula jembatan gantung pada setiap plengkung yang berfungsi sebagai jalan untuk masuk ke dalam benteng dengan melewati parit. jika musuh datang maka jembatan akan ditarik ke atas menjadi pintu penutup plengkung.

Di kawasan Plengkung Gading Anda juga akan menemukan menara sirine yang digunakan hanya dua kali saja. Pertama digunakan pada 17 Agustus untuk mengingat detik-detik proklamasi dan digunakan juga pada saat bulan Ramadhan menjelang berbuka puasa. Hal ini menjadi keunikan tersendiri dari kawasan tersebut.

Anda juga dapat menikmati keindahan malam di dekat bangunan ini yang menyuguhkan lampu-lampu yang indah di sekitarnya. Anda akan dibawa pada suasana tempo dulu yang didukung oleh bangunan yang mempertahankan gaya kuno. Kamu bisa mengembalikan foto di sana dengan suasana yang sangat unik ala zaman kolonial Belanda.

Jika kamu menyukai suasana yang vintage atau jadul maka tempat ini sangat cocok untukmu menikmati suasana zaman dahulu. Plengkung gading ini bisa menjadi latar foto yang sangat menarik dan klasik. Sedikitnya Anda juga bisa mengetahui sejarah bahwa Yogyakarta memang menjadi tempat yang memiliki asal-usul yang sangat menarik.

Jika Anda ingin berwisata keliling kota Yogyakarta maka jangan melewatkan untuk mengunjungi bangunan yang satu ini. Berkunjung pada siang ataupun malam hari tetap tidak masalah karena suasana di sana tetap ramai dan memiliki pemandangan khas. Anda bisa pergi ke sana bersama pasangan atau orang-orang terdekat Anda.

Hal ini sangat membantu Anda untuk menciptakan momen yang cukup menarik dengan mengunjungi bangunan bersejarah. Anda bisa berwisata ke tempat dan suasana yang lebih berbeda daripada umumnya. Selain terhibur Anda juga akan merasakan suasana yang unik dan menarik.

Anda bisa berkunjung ke tempat ini pada waktu akhir pekan untuk menghibur diri dan meredakan stres setelah beraktivitas. Persiapkan dengan sangat matang karena tidak cukup rasanya jika hanya berkunjung sebentar saja ke Plengkung Gading.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: visitingjogja.jogjaprov.go.id

Ruangan komen telah ditutup.