Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bejat! 4 Kakek di Banyumas Tega Cabuli Bocah SD Hingga Hamil 3 Bulan

Empat kakek di Banyumas ditangkap petugas Unit PPA Satreskrim Polresta Banyumas karena mencabuli seorang anak perempuan berusia 12 tahun hingga hamil. (Polresta Banyumas)

Murianews, Banyumas – Kelakuan bejat dilakukan empat kakek di Banyumas, Jawa Tengah. Meski sudah berumur, keempatnya tega mencabuli bocah SD berusia 12 tahun hingga hamil tiga bulan.

Akibatnya, keempat kakek berinisial W (70), J (50), SA (69), dan K (67) harus meringkuk di jeruji besi setelah dilaporkan keluarga korban.

Kasatreskrim Kompol Agus Supriadi Siswanto mengatakan, kasus tersebut terbongkar berawal dari kecurigaan orang tua korban terhadap anaknya yang tidak menstruasi.

Saat ditanya oleh orang tuanya, korban mengaku telah disetubuhi oleh pelaku yang berbeda-beda yang seluruhnya telah berusia kakek-kakek.

Baca: Bejat! Kakek 60 Tahun di Pati Diduga Perkosa Disabilitas hingga Hamil

”Oleh karena tidak menstruasi, orang tua korban kemudian memeriksakan anaknya ke dokter hingga akhirnya diketahui AZ telah hamil 12 pekan (tiga bulan),” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Setelah menerima laporan dari keluarga korban, pihaknya segera melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap empat orang terduga pelaku yang seluruhnya sudah lanjut usia (lansia).

”Berdasarkan hasil pemeriksaan, pencabulan tersebut terjadi sejak September 2022 di tempat dan waktu berbeda,” jelasnya.

Ia mengatakan modus yang digunakan para pelaku, yaitu merayu korban dengan memberikan imbalan uang kemudian mereka melakukan pencabulan. Uang yang diberikan oleh para pelaku kepada korban bervariasi mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.

Baca: Bejat! Kakek di Wonogiri Cabuli Anak Tetangga, Alasannya Nafsu Lihat Korban Pakai Celana Pendek

”Saat ini para pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Kantor Satreskrim Polresta Banyumas untuk pengembangan dan proses hukum lebih lanjut,” ungkapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan/atau Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.