Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dijual Rp 21 Juta, Perempuan Klaten Sudah 2 Kali Ini Jual Bayi

Tersangka penjualan bayi perempuan yang ditangkap personel Polres Klaten dihadirkan saat digelar konferensi pers di Polres Klaten, Jumat (13/1/2023). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Murianews, Klaten – Perempuan Klaten berinisial LA (29) yang ditangkap Polres Klaten ternyata sudah dua kali ini melakukan jual beli bayi. Sesuai rencana, bayi kedua ini akan dijual seharga Rp 21 juta kepada calon pembeli.

Pernyataan tersebut diungkapkan LA saat jumpa pers di Mapolres Klaten, Jumat (13/1/2023). Ia pun menjelaskan, prakti penjualan bayi tersebut sudah ia lakukan sejak 2022 lalu.

Baca: Diduga Lakukan Jual Beli Bayi, Perempuan Klaten Diamankan Polisi

”Yang pertama itu, bayi perempuan. Pembelinya dari Demak  senilai Rp 13 juta,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

LA mengaku sudah lupa dengan nama orang tua bayi tersebut. Namun, dia menjelaskan saat itu ada ibu hamil asli Semarang dan indekos di Klaten yang terbentur ekonomi dan hendak memberikan anaknya untuk diadopsi.

”Untuk yang ini, yang kedua. Tapi belum terjual, baru ada yang menawar-nawar,” terangnya.

Untuk penjualan, ia mengaku menjual bayi perempuan berumur satu hari tersebut dengan menawarkan melalui grup media sosial. Untuk menghapus kecurigaan, ia memberikan keterangan sedang mencari adopter untuk bayi tersebut.

”Bayi perempuan itu merupakan anak dari pasangan yang indekos di Gunungkidul. Sebelum tertangkap sudah ditawarkan melalui grup media sosial. Saat menawarkan nulisnya cari adopter. Setelah ada yang minat saya menawarkan ganti rugi Rp 21 juta,” kata LA yang memiliki dua anak itu.

Baca: Tahu dari Medsos, Begini Kronologi Jual Beli Bayi di Klaten

Tersangka mengaku seorang diri dalam menjalankan praktik tersebut. Dia membikin grup melalui media sosial (medsos) terkait informasi adopsi anak.

”Jujur, saya bikin grup sendiri ada dua,” tambahnya.

LA beralasan uang hasil penjualan bayi untuk kebutuhan keluarga. Dia selama ini bekerja menjahit dan merawat anak. LA juga mengaku suaminya tak mengetahui jika dia melakukan praktik penjualan bayi tersebut.

”Suami saya tahunya saat kejadian. Saat tertangkap ini (baru ketahuan),” tandasnya.

 

Saat ini, ia mengaku menyesal sudah melakukan praktik penjualan bayi. ”Saya menyesal pak. Sebenarnya takut berhadapan dengan hukum. Karena keadaan dan tergiyur dari grup FB, akhirnya saya ikut-ikutan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakapolres Klaten, Kompol Tri Wakhyuni mengaku proses hukum akan ditegakkan. Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 83 juncto Pasal 76F UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

”Atas dasar itu, tersangka terancam hukuman penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun,” tegasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.