Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Perempuan di Kudus Ini Tiba-Tiba Punya Utang Puluhan Juta, Ini Kronologinya

Ulliya Evanawati (kiri) dan kuasa hukumnya menunjukkan surat aduan ke polisi. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

Murianews, Kudus – Ulliya Evanawati, warga Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diduga jadi korban pencatutan identitas untuk ambil utang. Hal tersebut diketahui oleh perempuan yang akrab disapa Eva itu, pada November 2022 silam.

Namanya dicatut untuk ambil utang sekitar Rp 45 juta dan telah menunggak utang tersebut di BPR Dananta Kudus.

Eva menceritakan pada tahun 2014 lalu dirinya pernah menjadi nasabah BPR Dananta. Saat itu, dirinya sebagai penabung dan ikut program taseda hingga dua periode.

”Setelah itu sempat ikut lagi di tahun 2021 lalu berhenti,” katanya, Jumat (13/1/2023).

Kemudian pada bulan November 2021 silam, ia ingin mengajukan kredit unit mobil Honda Brio di salah satu perusahaan pembiayaan. Namun saat itu, pengajuannya gagal dikarenakan adanya tunggakan riwayat kredit yang mengatasnamakan dirinya.

Kondisi tersebut membuatnya heran. Padahal, ia sendiri tidak pernah memiliki tunggakan utang sama sekali.

”Waktu data saya dicek saat itu BI checking saya merah, dikarenakan di situ saya tertulis memiliki utang pinjaman macet di BPR Dananta sekitar Rp 45 juta. Padahal saya tidak pernah merasa memiliki pinjaman di BPR Dananta itu,” ungkapnya.

Baca: Identitas Perempuan Cantik di Kudus Dicatut untuk Ambil Utang di BPR

Tak tinggal diam, ia langsung melakukan konfirmasi ke BPR Dananta. Saat itu, karyawan BPR Dananta yang ditemuinya menyebut hal itu terjadi karenakan adanya kesalahan input sistem.

”Mereka mengatakan akan segera memperbaiki data saya. Setelah beberapa hari mereka juga ngasih kabar bahwa nama saya sudah bersih lagi,” ujarnya.

Kemudian, pada Oktober 2022 dirinya berniat mengajukan pengkreditan modal di salah satu bank untuk menunjang kegiatan usahanya. Namun ternyata namanya masih tertera memiliki utang macet sekitar Rp 45 juta.

”Saya hubungi lagi, katanya sama kesalahan input sistem. Padahal awal bilangnya sudah bersih. Akhirnya saya hubungi lawyer untuk melanjutkan kasus ini ke proses hukum. Di tanggal 4 Januari 2023 kemarin, ajukan pembiayaan untuk kredit lagi (di perusahaan pembiayaan lain)  Mobil Fortuner ternyata masih sama, ada nama saya,”.ucapnya.

Pihaknya sangat merasa dirugikan dengan adanya hal ini. Sehingga dilaporkan ke pihak berwajib.

Baca: Kerugian Akibat Puso Padi di Kudus Bisa Capai Rp 50 Miliar

Sementara Triwulan Larasati, Kuasa Hukum Eva, menjelaskan, kasus pencatutan nama yang menimpa kliennya tersebut telah dilaporkan ke Polres Kudus pada 20 Oktober 2022 silam. Pihaknya juga sudah mendapatkan balasan dari Polres Kudus pada 23 November 2022 silam.

”Kami sudah laporkan kasus ini ke polisi. Kami juga sudah mendapat balasan dari kepolisian jika sudah dilakukan penyelidikan pada 23 November 2022,” ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Danang Sri Wiratno menyebut, saat ini kasus tersebut masih tengah dalam proses penyelidikan kepolisian. Sejumlah saksi, juga sudah dimintai keterangan tentang kasus tersebut.

”Masih dalam proses penyelelidikan kami, proses masih berlanjut. Kami juga sudah mintai keterangan saksi-saksi,” imbuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.