Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Waspada Rob! BMKG Keluarkan Peringatkan Dini Cuaca Ekstrem di Pesisir Semarang

Sejumlah kendaraan nekat menerjang genangan banjir di Jalan Kaligawe Semarang. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Semarang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di pesisir Semarang, Sabtu (14/1/2023). Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan lebat yang berpotensi menyebabkan banjir rob.

Koordinator Bidang Observasi BMKG Tanjung Emas Semarang, Ganis, mengatakan puncak pasang air laut berpotensi terjadi pada Sabtu dini hari mulai pukul 01.00 WIB hingga 03.00 WIB.

Apabila saat puncak pasang air laut itu turun hujan dengan intensitas tinggi, maka ada kemungkinan terjadi banjir pesisir atau rob.

”Puncak pasang malam hari bakal terjadi selama tiga jam tanpa henti. Apabila nanti bebarengan dengan hujan baik sedang atau lebat, bisa menambah ketinggian air pasang yang bisa melimpas kedaratan dan menjadi banjir pesisir,” ujar Ganis seperti dikutip Solopos.com, Jumat (13/1/2023).

Kendati bakal terjadi banjir rob, namun ketinggian permukaan air bervariasi di tiap kabupaten/kota. Ketinggian air itu mulai dari 20 sentimeter (cm) hingga 30 cm, bila tidak dibarengi dengan cuaca ekstrem.

”Itu [20-30 cm] prakiraan dari air pasang saja. Kalau sampai ada hujan lebat, bisa lebih,” jelasnya.

Lebih lanjut, kabupaten/kota yang perlu waspada yakni di wilayah Wonokerto di Pekalongan, kemudian Worodemak dan Sayung di Demak, dan Tambaklorok dan sekitarnya di Kota Semarang.

Pada daerah-daerah tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu memantau kondisi terkini prakiraan cuaca dan peringatan dini bencana dari early warning system (EWS).

”Karena akhir-akhir ini banyak kejadian banjir akibat tanggul jebol dan luapan air sungai, untuk daerah pesisir dan yang berdekatan dengan DAS [daerah aliran sungai], dimohon untuk selalu waspada. Jika terjadi hujan intensitas lebat dengan durasi lebih dari satu jam, maka harus waspada. Karena aliran sungai yang kurang bagus atau tersumbat, bisa menyebabkan banjir. Kemudian pantau EWS, bila alarm berbunyi, tandanya ketinggian air sudah berbahaya,” tutupnya.

Sekadar informasi, dari analisis sementara BMKG, prakiraan banjir rob pada lusa atau 15 Januari 2023 air pasang di pesisir Jawa disebut bakal landai. Namun, pada tanggal 21 Januari hingga 28 Januari, pihaknya memperkirakan bakal terjadi banjir pesisir karena aktivitas pasang air laut akan terjadi kembali.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.