Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Info Jatim

Aremania Desak Sidang Tragedi Kanjuruhan Disiarkan Langsung

Aremania Desak Sidang Tragedi Kanjuruhan Disiarkan Langsung

Aremania saat lakukan aksi terkait tragedi kanjuruhan (Detik.com)

Murianews, Malang – Suporter Arema atau Aremania mendesak kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) untuk menyiarkan secara langsung proses sidang para terdakwa dalam tragedi Kanjuruhan.

Hal ini lantaran sebagian besar warga Malang, Jatim ingin melihat proses persidangan tersebut. apabila mereka datang ke Kejati, tentu tidak memungkinkan. Sehingga siaran langsung bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menyaksikan sidang.

Koordinator Tim Gabungan Aremania (TGA) Dyan Berdinandri mengatakan, harapan masyarakat sidang bisa disiarkan secara langsung.

Baca: Korban Tragedi Kanjuruhan Tagih Janji Kapolri

”Coba akan kami komunikasikan dengan Kejati Jatim lagi. Tujuannya untuk mengupayakan agar persidangan bisa live,” ujarnya, mengutip Detik.com, Jumat (13/1/2023).

Ia mengaku sangat kecewa dengan kebijakan anyar Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang melarang wartawan melakukan siaran secara live selama sidang berlangsung. Sebab, awalnya Kejati Jatim mengatakan sidang akan terbuka.

”Kami sangat menyayangkan keputusan tidak menyiarkan live sidang Tragedi Kanjuruhan, karena di awal dari Kejati Jatim mengatakan akan dilaksanakan secara terbuka,” terang Dyan.

Meski begitu pihaknya tidak akan menyerah begitu saja dan akan mengupayakan agar selain bisa live Aremania bisa ikut datang ke PN Surabaya saat persidangan pada 16 Januari 2023.

Baca: Penyintas Tragedi Kanjuruhan Gelar Aksi Unjuk Rasa di Mabes Polri

”Nanti kami akan berkoordinasi dengan tim hukum, baik untuk memperjuangkan agar bisa live maupun Aremania yang datang ke sana. Entah nanti hanya dibatasi kuota atau bagaimana, akan kami komunikasikan,” kata dia.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Ruangan komen telah ditutup.