Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Beli Senpi Ilegal, Pilot Asal Indonesia Ini Ditangkap di Filipina

Beli Senpi Ilegal Pilot Asal Indonesia Ini Ditangkap di Filipina

Polisi mengamankan barang bukti berupa senpi laras panjang yang telah dibeli oleh Anton (Detik.com)

Murianews, Jakarta – Pilot asal Indonesia yang bernama Anton Gobay, ditangkap oleh pihak kepolisian Filipina. Penangkapan itu dilakukan karena Anton membeli senjata api (Senpi) ilegal di salah satu provinsi di Filipina.

Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti mengatakan, Anton membeli 10 pucuk senpi laras panjang jenis M4 kaliber (5,56 milimeter) senilai 50 ribu peso tanpa amunisi.

Krishna mengatakan harga 50 ribu peso tersebut untuk pembelian satu pucuk senjata laras panjang M4.

Baca: Dijual Rp 10 Juta, Begini pengakuan Penjual Senpi di Klaten Bisa Rakit Senjata

Selain 10 senpi laras panjang, ada juga dua senpi laras pendek merek Ingram berkaliber 9 mm tanpa amunisi. Harga senpi laras pendek itu disebut mencapai 45 ribu peso atau senilai Rp 12,6 juta.

”(Ada) 2 pucuk senpi laras pendek merek Ingram (9 mm), senilai 45 ribu peso, tanpa amunisi,” ujarnya, mengutip Detik.com, Jumat (13/1/2023).

Krishna mengungkapkan Anton Gobay akan membawa senpi tersebut untuk kegiatan organisasi Papua. Namun belum diketahui pasti organisasi Papua yang dimaksud Khrisna.

”AG mengaku akan membawanya ke Papua untuk mendukung kegiatan organisasi Papua,” ujarnya.

Untuk menangani kasus ini, delapan personel Polri telah terbang ke Filipina untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Saat ini Polri bersama Kemlu dan KBRI Manila tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Baca: Polisi Gagalkan Penyelundupan Senjata Api Ilegal dari Filipina

”Tim Mabes Polri berjumlah 8 orang dipimpin Pati berpangkat Brigjen didampingi Athase Polri di bawah koordinasi Div Hubinter bersama Athase Pertahanan dan Perwakilan BIN serta Kemenlu dan KBRI Manila masih melakukan koordinasi dengan otoritas setempat,” jelasnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Ruangan komen telah ditutup.