Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Belum Ada Temuan Kasus di Kudus, Warga Tetap Diminta Waspadai Ciki Ngebul

Ilustrasi

Murianews, Kudus – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan konsumen untuk tidak mengonsumsi produk jajanan siap saji bernama ice smoke atau ciki ngebul (cikbul). Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah hingga kini belum ada temyan kasus keracunan ciki ngebul.

Sebelumnya, pihak Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran Nomor KL.02.02/C/90/2023. Yakni tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji. Surat tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya keracunan pangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Andini Aridewi mengatakan, sejauh ini di Kota Kretek belum ada temuan kasus keracunan akibat ciki ngebul. Meski begitu pihaknya meminta agar masyarakat tetap waspada.

”Sejauh ini tidak ada temuan keracunan terkait jajan ciki ngebul,” katanya, Jumat (13/1/2023).

Lebih lanjut, dirinya menambahkan agar masyarakat berhati-hati. Di antaranya dengan mewaspadai saat memilih jajanan yang diproses menggunakan nitrogen cair dan memberikan sensasi mengebul seperti uap.

Baca: IDI Kudus Beberkan Bahaya Mengonsumsi Jajanan Ciki Ngebul

Kemudian, anak-anak yang ingin mengonsumsi pangan siap saji dengan nitrogen cair harus dalam pengawasan orang dewasa. Selain itu, konsumen harus menunggu beberapa menit sampai hidangan berhenti menguap untuk menghindari cedera termal.

”Dan jangan menyentuh sisa nitrogen cair yang tertinggal di dasar mangkuk saji,” sambungnya.

Dokter Andini juga menyarankan agar meniup makanan ringan yang berlapis nitrogen cair. Tujuannya agar nitrogen cair menguap sepenuhnya sebelum dikonsumsi.

Dia melanjutkan, jika terjadi cedera atau rasa tidak nyaman setelah terpapar jajanan ciki ngebul agar segera mencari pertolongan medis. Sehingga dapat langsung tertangani.

”Saran kami kalau bisa menghindari mengonsumsi makanan tersebut,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus, dokter Ahmad Syaifuddin mengatakan, makanan cikbul berbahaya. Karena adanya penambahan nitrogen cair.

Menghirup terlalu banyak uap yang dihasilkan oleh makanan yang diproses menggunakan nitrogen cair dapat memicu kesulitan bernafas. Risiko lainnya yakni menyebabkan rasa terbakar pada tenggorokan akibat rasa dingin yang ditimbulkan oleh nitrogen dan langsung bersentuhan dengan organ tubuh.

”Imbauan kami masyarakat harus waspada. Terutama pada makanan yang menggunakan nitrogen cair,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.