Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tak Bertemu Pj Bupati, Demo Nelayan Pati Geser ke Gedung DPRD

Tak Bertemu Pj Bupati Demo Nelayan Pati Geser ke Gedung DPRD

Ribuan nelayan geruduk DPRD Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (13/1/2023). (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Ribuan nelayan yang menggelar demonstrasi di Alun-alun Pati bergeser ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Jumat (13/1/2023). Pasalnya, mereka tidak bertemu Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro.

Pj Bupati diketahui sedang menghadiri acara di Juwana sehingga belum bisa menemui para demonstran. Mereka pun beralih ke Kantor DPRD Kabupaten Pati.

Massa aksi sempat memaksa masuk gedung. Namun hal itu urung terjadi. Hanya sekitar 10 perwakilan nelayan yang diizinkan masuk gedung DPRD Kabupaten Pati untuk beraudiensi.

Mereka berharap wakil rakyat itu bisa menyambungkan tuntutan mereka ke Pemerintah Pusat. Para nelayan menyadari, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) maupun DPRD Kabupaten Pati tidak bisa memenuhi tuntutan mereka.

Baca: Ribuan Nelayan Geruduk Alun-Alun Pati

Namun, mereka berharap Pemkab Pati maupun DPRD Kabupaten Pati berdiri di pihak para nelayan dan mau menyampaikan tuntutannya ke Pemerintah Pusat.

’’Kami sadar DPRD Kabupaten Pati tidak mempunyai wewenang untuk PNBP 10 persen. Tapi kami harap ikut menyetujui tuntutan kami,’’ ujar salah satu orator, Hadi Sutrisno.

Para nelayan ini menilai beberapa kebijakan pemerintah merugikan mereka. Di antaranya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 10 persen, UU Cipta Kerja, perizinan dan pajak-pajak yang lainnya yang memperberat para nelayan.

Mereka menganggap aturan-aturan itu justru memeras para nelayan. Di tengah harga ikan yang tak kunjung naik, para nelayan justru diberikan beban membayar pajak yang dinilai mencekik.

’’Jangan peras kami. UU Cipta Kerja dinyatakan inkonstitusional setelah itu diam-diam malahan mengeluarkan PP. Kebutuhan kita tinggi, biaya operasional tinggi sehingga pulang-pulang dari laut kita cacaran,’’ tutur Hadi Sutrisno.

Dalam aksi ini mereka membawa beberapa spanduk bernada protes, di antaranya ’’PNBP 10 persen, nelayan modar’’, ’’KKP Pemeras Nelayan’’ hingga ’’Turunkan Menteri Trenggono’’.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.