Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama ketika Dicakar Kucing

Jangan Panik Ini Pertolongan Pertama ketika Dicakar Kucing

Foto: Kucing (Josep Monter Martinez dari Pixabay)

Murianews, Kudus – Kucing adalah salah satu hewan yang jadi piaraan favorit masyarakat. Terlebih kini banyak macam jenis kucing dari luar yang masuk ke Indonesia dan banyak dijual di pasaran.

Memelihara kucing memang cukup menyenangkan. Pasalnya, binatang ini tergolong jinak dan mudah dirawat.

Bahkan, banyak orang tua yang mengajak anaknya bermain-main dengan kucing. Tingkahnya yang lucu membikin anak kecil betah bermain.

Baca juga: Terkena Sengatan Kalajengking? Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Meski demikian, saat bermain dengan kucing juga perlu berhati-hati. Soalnya, saat bermain-main, ada kalanya bisa terkena cakaran kucing secara tidak sengaja.

Kuku kucing yang tajam tentu saja bisa menyebabkan luka yang cukup menyakitkan. Nah, biar tidak menyebabkan sakit yang lebih serius, maka luka akibat cakaran kucing ini harus segera ditangani.

Melansir dari Hellosehat, Kamis (12/1/2023), cakaran kucing dapat menularkan infeksi bakteri berbahaya yang menyebabkan penyakit cat scratch fever. Namun, jika luka cakaran kucing hanya berupa luka gores dan cenderung tidak dalam, biasanya hal tersebut tidak berbahaya dan Anda bisa melakukan pengobatan sendiri di rumah.

Berikut adalah cara mengobati luka terbuka akibat dicakar kucing.

1. Jika berdarah, cobalah untuk menghentikan peradarahan dengan menekan luka selama beberapa saat.

2. Tekan luka bekas cakaran kucing dengan perlahan dan hati-hati supaya memudahkan kotoran atau bakteri keluar dari dalam kulit.

3. Setelah berhenti, segera bersihkan luka dengan air yang mengalir dan sabun. Biarkan air membasuh luka selama beberapa menit untuk menghilangkan bakteri ataupun kotoran lainnya dari kuku kucing.

4. Keringkan kulit Anda dengan menggunakan handuk secara perlahan.

5. Jika tidak ada sumber air, coba sterilkan luka dengan menggunakan cairan antiseptik tanpa alkohol. Hindari menggunakan alkohol untuk membersihkan luka karena dapat mengiritasi dan menimbulkan sensasi perih yang kuat.

6. Oleskan krim antibiotik seperti bacitracin atau gentamicin di area kulit yang dicakar kucing untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Anda dapat membeli krim antibiotik ini di apotek. Sebelum menggunakannya, perhatikan dengan saksama aturan pakai yang tertera pada kemasan.

7. Biarkan luka goresan terkena udara segar sehingga Anda tidak perlu membalut area tersebut. Namun, penting untuk memastikan agar luka tetap bersih.

8. Meski luka sayatan terbilang ringan, Anda tetap disarankan untuk segera mencari pertolongan medis apabila mencurigai kucing yang mencakar Anda terinfeksi rabies atau penyakit menular lainnya.

Hal yang penting diperhatikan saat dicakar kucing

Sementara jika luka berupa luka yang dalam hingga mengeluarkan banyak darah, segera hentikan perdarahan dengan cara menekan luka tersebut menggunakan kain bersih dan kering.

Setelah itu, segera periksakan luka akibat dicakar kucing ke dokter untuk perawatan lebih lanjut. Anda mungkin membutuhkan beberapa jahitan pada luka dan obat antibiotik oral untuk mempercepat pemulihan.

Anda harus segera mencari bantuan medis apabila Anda dicakar kucing liar, terutama jika kucing menunjukkan tanda-tanda rabies. Penyakit rabies bisa berakibat fatal, seperti menyebabkan kerusakan saraf.

Dengan penanganan medis melalui pemberian vaksin rabies atau suntikan imunoglobulin, Anda bisa mencegah infeksi virus rabies berkembang menyebabkan dampak tersebut

Cara mencegah agar tidak dicakar kucing

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak dicakar kucing, di antaranya:

1. Hindari memperlakukan kucing dengan kasar, apalagi pada kucing peliharaan Anda sendiri. Memperlakukan kucing secara kasar dapat menyebabkan mereka jadi lebih agresif.

2. Hindari bermain dengan kucing jika Anda merasa dalam kondisi kurang sehat.

3. Buatlah area khusus kucing di rumah Anda sehingga ia tidak bebas berkeliaran di dalam rumah.

4. Jika Anda sensitif terhadap cakaran kucing atau memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, Anda harus mempertimbangkan untuk mengadopsi kucing yang lebih tua sebagai hewan peliharaan daripada anak kucing.

5. Gigitan atau cakaran kucing berisiko menularkan penyakit berbahaya seperti rabies dan tetanus. Maka sebagai upaya pencegahan penularan penyakit berbahaya tersebut ada baiknya kucing Anda divaksin.

6. Pastikan kucing Anda selalu bersih dan terhindar dari kutu dengan rutin memandikannya dan membersihkan kandangnya.

7. Rutin potong kuku kucing Anda dengan menggunakan gunting kuku biasa. Memotong kuku kucing minimal seminggu sekali dapat mengurangi risiko Anda mendapatkan luka dalam saat dicakar kucing.

8. Cuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah Anda bermain, membelai, atau menggendong kucing.

9. Jika Anda memiliki luka terbuka, jangan biarkan kucing menjilat luka tersebut.

Apabila Anda memiliki sistem kekebalan tubuh lemah atau gangguan pembekuan darah lainnya, Anda perlu berhati-hati dalam memelihara. Kondisi medis ini bisa memperlambat penyembuhan luka atau membuat luka mudah terinfeksi.

Untuk itu, pertimbangkanlah mengadopsi kucing yang lebih tua sebagai hewan peliharaan daripada anak kucing. Pasalnya, kebanyakan kucing lebih sering menggigit dan mencakar secara agresif pada usia 1 sampai 2 tahun.

Meskipun ringan, Anda tetap perlu merawat luka akibat dicakar kucing, minimal bersihkanlah luka menggunakan air mengalir dan sabun. Selama masa pemulihan luka, perhatikan kondisinya jika terdapat bengkak, berair, atau terasa sakit, bahkan sampai menimbulkan demam, segera periksakan ke dokter.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Ruangan komen telah ditutup.