Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pada Pak Menteri, Bupati Grobogan Keluhkan Jalan Rusak hingga Pupuk

Pada Pak Menteri Bupati Grobogan Keluhkan Jalan Rusak hingga Pupuk

Bupati Grobogan Sri Sumarni memanen padi bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Desa Werdoyo, Kecamatan Godong, Grobogan, Kamis (12/1/2023). (Murianews/Saiful Anwar)

Murianews, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni lagi-lagi curhat masalah jalan rusak di wilayah yang dipimpinnya. Itu disampaikannya dalam agenda panen raya yang dihadiri Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Desa Werdoyo, Kecamatan Godong, Kamis (12/1/2023).

Sri mengatakan, meski jadi salah satu penyuplai pangan nasional, namun Grobogan belum banyak menikmati pembangunan dari pemerintah pusat.

Ia pun membandingkan Grobogan dengan daerah pantura yang kini sedang dibangun jalan tol.

’’Jangankan tol, meningkatkan kapasitas jalan saja belum dapat diakomodir,’’ kata Bupati di hadapan hadirin.

Baca: Begini Cara Mentan Promosikan Biosaka di Grobogan

Sri menyadari, Kementerian Pertanian memang bukan bidang yang seharusnya dia sambati. Namun begitu, ia menyebut keluhan tersebut tetap penting disampaikan. Sebab, dengan akses jalan yang jos, tentu distribusi hasil pertanian semakin baik.

Tidak hanya itu, Bupati juga curhat terkait alokasi pupuk subsidi. Dia meminta agar alokasi pupuk subsidi diperbanyak sehingga petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk murah.

’’Demikian juga dengan kebijakan pupuk bersubsidi, sekiranya bisa lebih tinggi alokasinya,’’ lanjutnya.

Di kesempatan itu, bupati juga curhat mengenai banjir yang terjadi di Grobogan dalam beberapa bulan terakhir. Pada November 2022, sebut Bupati, banjir menggenangi sawah 978 hektar. Kemudian pada Desember 2022, ada 741 hektar sawah tergenang.

’’Kemudian pada awal tahun 2023 ini, kita menghadapi cobaan yang cukup berat. Sebanyak 1771 hektar sawah terdampak banjir. Tidak bisa diharapkan lagi alias puso,’’ katanya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.